Menakar Kiprah Sandiaga yang Namanya Masuk 'Kabinet Capres 2024'

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 24 Des 2020 12:31 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Presiden Jokowi akhirnya melantik para menteri baru di Kabinet Indonesia Maju tepat pada Rabu Pon, 23 Desember 2020. Kini makin banyak kandidat capres 2024 di jajaran pembantu Jokowi. Hanya sebuah kebetulan atau Jokowi punya tujuan?

Enam menteri yang baru saja dilantik Jokowi adalah Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Perdagangan M Lutfi, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Terpilihnya Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dinilai semakin membuka peluang bagi Sandiaga untuk melenggang di Pilpres 2024.

Bagaimana tidak? berdasarkan survei yang dilakukan Indikator Politik pada kisaran 24-30 September 2020 terhadap 1.200 responden acak dan margin of error 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%, terlihat Sandi masuk jajaran menteri dengan eletabilitas teratas pada bursa calon presiden 2024.

Menteri pembantu Jokowi yang masuk bursa capres 2024 versi Indikator Politik antara lain Menhan Prabowo Subianto dengan elektabilitas 16,8%, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno (8,8%), Menkopolhukam M. Mahfud Md (1,3%), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (1,2%), Menteri BUMN Erick Thohir (0,8%), dan Mendagri Tito Karnavian (0,4 %).

Bagaimana kiprah Sandiaga?

Menurut Koordinator Sahabat Sandiaga Uno, Anggawira mengatakan bahwa Sandi memenuhi kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin terlebih dirinya pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dan memiliki pengalaman dalam memimpin sejumlah organisasi kewirausahaan.

Dalam kepemimpinannya, kata Anggawira, Sandi selalu dapat membangun hubungan yang positif dengan para stakeholders dan masyarakat karena keterampilannya dalam mendengarkan dan menampung usulan atau pendapat berbagai pihak sebagai bahan evaluasi. Hal tersebut menjadikan Sandiaga Uno mudah menjalin relasi dan selalu mendapat sambutan hangat masyarakat.

"Sandiaga Uno memiliki kriteria- kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin selain karena kemampuannya menjalin relasi, pengalaman yang luas dalam bidang usaha beliau juga merupakan seorang kominikan yang baik," turunya.

"Selama memimpin sejumlah organisasi ditambah lagi dengan pengalamannya memimpin Jakarta, Sandi selalu bersedia mendengarkan dan menampung aspirasi atau pendapat dari berbagai pihak. Hal tersebut selalu dijadikannya sebagai bahan evaluasi, dan menciptkan solusi untuk memecahkan masalah di organisasi. Ini menjadikan Sandi sebagai sosok yang dicintai dan mudah diterima masyarakat," tutup Anggawira.

Lantas bagaimana kiprahnya di dunia bisnis? Buka halaman selanjutnya buat tahu lebih banyak.

Kiprah Bisnis Sandiaga

Sebelum merambah panggung politik, Sandiaga Uno dikenal sebagai seorang pengusaha yang lahir saat Indonesia dilanda krisis ekonomi pada 1998. Dia mendirikan sejumlah perusahaan di bawah naungan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Kecemerlangannya mengelola bisnis mengantarkan Sandiaga menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Salah satu fokus dia saat di Hipmi adalah memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Sandiaga Uno pernah menduduki posisi direktur keuangan NTI Resources Ltd, sebuah perusahaan minyak dan gas asal Kanada. Ia bekerja di NTI pada periode 1995-1996 dan kemudian mengundurkan diri.

Saat pulang ke Indonesia, Sandi mulai menjadi pengusaha dengan mendirikan perusahaan konsultan keuangan. Perusahaan bernama Recapital Advisors ini dibangun bersama rekannya, Rosan P Roeslani, yang saat ini menjabat Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Selain Recapital, Sandi bersama guru bisnisnya, yakni William Soeryadjaja dan Edwin Soeryadjaja, mendirikan Saratoga Investama. Sebuah perusahaan investasi yang bergerak di bidang pertambangan, telekomunikasi, konsumer, dan produk kehutanan.

Dia pernah menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan menjabat bendahara Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) sejak Januari 2011. Pada 2016, namanya pernah masuk di daftar Panama Papers atau sebuah data milik firma hukum Mossack Fonseca berisi data penggelapan banyak pengusaha hingga pengusaha dunia.

Malang melintang di dunia usaha membuat Sandiaga masuk daftar orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan 'Pengumuman Harta Kekayaan Penyelenggara Negara' yang diterbitkan KPK, diunduh dari situs resmi KPU periode 2016, pendiri PT Saratoga Investama ini punya total nilai kekayaan mencapai Rp 3,8 triliun plus US$ 10.347.381.

Versi Forbes, Sandi menduduki posisi ke-37 orang terkaya di Indonesia. Sedangkan di Globe Asia, Sandi menduduki posisi ke-85 orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan mencapai US$ 300 juta, meskipun jumlah ini lebih rendah dibanding periode sebelumnya, yang mencapai US$ 500 juta.

(upl/upl)