Petrokimia Gresik Gaet 661 Distributor Salurkan Pupuk Subsidi di 2021

Erika Dyah Fitriani - detikFinance
Kamis, 24 Des 2020 16:17 WIB
Petrokimia Gresik
Foto: Dok. Petrokimia Gresik
Jakarta -

Guna mengawal musim tanam, Petrokimia Gresik membangun komitmen bersama distributor resmi dalam penyaluran pupuk bersubsidi dan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dalam penyalurannya. Hal ini menyusul dengan adanya agenda 'Commitment Meeting' antara Petrokimia Gresik bersama 661 distributor dari seluruh Indonesia secara bertahap.

Adapun acara 'Commitment Meeting' tersebut digelar di 4 kota berbeda, yakni Bandar Lampung pada tanggal 15 Desember 2020, Makassar pada 17 Desember 2020, Surabaya pada 21 Desember 2020, dan Semarang pada 22 Desember 2020.

Selain agenda penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2021, dalam kegiatan ini, Petrokimia Gresik dan distributor menandatangani sejumlah komitmen penting lainnya. Di antaranya komitmen menolak praktik korupsi dan gratifikasi, penandatanganan Pakta Integritas Distributor, dan Pakta Integritas untuk Staf Penjualan Daerah Perwakilan (SPDP) Petrokimia Gresik.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan penyaluran pupuk bersubsidi pada tahun 2021 tidak akan kalah menantang dibandingkan tahun 2020, karena dampak pandemi COVID-19 akan masih terasa.

"Kami ingin memastikan dan mengajak distributor berkomitmen menyediakan stok pupuk bersubsidi di gudang mereka untuk kebutuhan petani minimal 2 minggu ke depan sesuai dengan alokasi," ujar Dwi, dalam keterangan tertulis, Kamis (24/12/2020).

Selain itu, lanjut Dwi, Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) dan Petugas Penjualan Daerah (PPD) juga diimbau agar semakin aktif menggandeng Kios, Kelompok Tani, Dinas Pertanian Provinsi maupun Kabupaten/Kota untuk mengoptimalkan penyerapan pupuk bersubsidi.

"SPDP dan PPD harus ikut membantu memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai mekanisme penebusan pupuk bersubsidi terutama di masa-masa relaksasi penggunaan Kartu Tani, supaya tidak terjadi kebingungan di petani maupun kios," tandasnya.

Dwi menambahkan, dalam menjaga ketersediaan pupuk bagi petani, selain pupuk subsidi, Petrokimia Gresik juga menyediakan pupuk non-subsidi (komersil) di kios-kios binaan. Phonska Plus, Petro Ningrat, SP-36 Petro, ZA Petro, dan Petro Nitrat bisa menjadi alternatif pilihan yang bisa diberikan kepada petani untuk semakin meningkatkan produktivitas lahan yang mereka miliki.

Lebih lanjut Dwi Satriyo mengungkapkan pada tahun 2021, ada tiga poin penting yang harus diketahui dan dilakukan oleh distributor. Pertama, Pupuk Indonesia akan memproduksi jenis pupuk Phonska subsidi baru dengan formula 15-10-12 yang akan menggantikan Phonska subsidi formula 15-15-15. Ini merupakan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk bagi pertanian.

"Untuk itu saya meminta distributor agar segera menghabiskan Phonska lama sebelum akhirnya beredar Phonska dengan formula baru," ujar Dwi.

Kedua, Dwi Satriyo mengajak distributor memberikan pendekatan berbeda terkait rekomendasi pemupukan berimbang, yaitu mengubah Phonska menjadi Phonska Plus sehingga polanya menjadi Petroganik (500 kg/ha), NPK Phonska Plus (300 kg/ha), dan Urea (200 kg/ha).

Ketiga, pemerintah berencana akan menambah jenis pupuk bersubsidi tahun 2021 yakni pupuk organik cair dengan nama Phonska Oca. Pupuk ini merupakan produk inovasi dari Petrokimia Gresik.

Phonska Oca merupakan gabungan antara pupuk majemuk NPK dan pupuk organik dalam bentuk cair, dengan kandungan C-Organik minimal 6%, unsur hara makro Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan diperkaya unsur mikro serta mikroba yang sangat bermanfaat untuk tanaman.

Dengan demikian, Phonska OCA dapat menjadi solusi praktis bagi petani. Di mana kandungan pupuk majemuk berfungsi untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan pupuk organik dapat memperbaiki kandungan hara pada tanah.

"Kami berharap produk Petrokimia Gresik dapat menjadi andalan petani secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani-petani serta menegaskan area Jawa-Bali sebagai sentra produksi pangan nasional," tandasnya.

Sugeng Rianto, salah seorang distributor (CV Pandan Wangi), wilayah kerja di Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menyatakan siap dan berkomitmen mendukung pemerintah dalam penyaluran pupuk bersubsidi 2021.

"Demi kelancaran penyaluran, stok distributor sudah kita penuhi. Armada dan finansial kami juga sudah siap," ujarnya.



Simak Video "Anak TK Belajar Manasik Haji, Gresik"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)