Inggris-UE Sepakat, No-Deal Brexit Akhirnya Tak Jadi

Trio Hamdani - detikFinance
Sabtu, 26 Des 2020 10:30 WIB
Inggris-UE Sepakat Kerja Ekstra untuk Capai Kesepakatan Brexit
Foto: DW (News): Inggris-UE Sepakat Kerja Ekstra untuk Capai Kesepakatan Brexit
Jakarta -

Kesepakatan perdagangan pasca-Brexit antara Uni Eropa (UE) dan Inggris akhirnya tercapai. Perselisihan selama berbulan-bulan tentang hak penangkapan ikan dan aturan bisnis di masa yang akan datang, akhirnya terselesaikan.

Melansir BBC Jumat (25/12/2020), teks perjanjian tersebut memang belum dirilis, tetapi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengklaim kesepakatan tersebut berjalan baik.

"Kesepakatan yang baik untuk seluruh Eropa," katanya.

Menandai Brexit, Inggris akan keluar dari aturan perdagangan UE pada Kamis depan setahun setelah secara resmi meninggalkan blok 27 negara. Artinya akan terjadi perubahan besar khususnya terkait bisnis, di mana Inggris dan UE membentuk dua pasar terpisah.

Kepala negosiator perdagangan Inggris Lord Frost mengatakan teks lengkap dari perjanjian perdagangan bebas akan segera diterbitkan.

Parlemen Inggris akan dipanggil kembali pada tanggal 30 Desember untuk memberikan suara pada kesepakatan itu, dan itu juga perlu diratifikasi oleh Parlemen Eropa.

Hal itu pun disambut baik, tercermin dari harga minyak dunia yang merangkak naik. Harga minyak naik tipis pada hari Kamis lalu. Hal itu dipengaruhi oleh kesepakatan perdagangan pasca-Brexit antara Inggris dan Uni Eropa.

Melansir Reuters, Jumat, minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) CLc1 ditutup naik 11 sen menjadi US$ 48,23 per barel, sementara minyak mentah berjangka Brent ditutup 9 sen lebih tinggi pada US$ 51,29.

Untuk minggu ini, minyak mentah AS turun 1,6% sementara Brent terkoreksi 2%.

Pasar telah menguat tajam sejak akhir Oktober karena vaksin virus Corona (COVID-19) dalam proses menuju persetujuan di banyak negara.

"Sementara kesepakatan Brexit mendukung, dampak COVID adalah pendorong dominan di pasar minyak," kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates, di Houston, Texas.

"Pasar minyak sedang menunggu distribusi vaksin yang lebih luas untuk membuat masyarakat kembali aktif dan mengudara," paparnya.

(toy/hns)