Hubungan Memburuk, Impor Tembaga Australia ke China Merosot Tajam

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 26 Des 2020 16:10 WIB
Tambang Batu Hijau PT Newmont terletak di Nusa Tenggara Barat (NTB). detikcom berksempatan melihat dari dekat proses penambangan tembaga, emas dan perak di Sumbawa, NTB, tersebut,Rabu, (29/06/2011). file/detikfoto
Ilustrasi/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Impor konsentrat tembaga China dari Australia tercatat turun tajam ke level terendah sejak 2016. Hal ini terjadi karena adanya ketegangan dagang antara kedua negara.

Mengutip CNBC, disebutkan China merupakan konsumen tembaga terbesar di dunia yakni sebanyak 26.717 ton pada bulan lalu.

Angka ini turun 34% dibandingkan periode Oktober dan turun 77,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari laporan media Australia disebutkan, jika pemerintah China memang menginstruksikan perusahaan-perusahaan untuk tidak membeli bijih tembaga dan konsentrat dan 6 komoditas lainnya. Mulai dari batu bara sampai lobster sejak 6 November 2020 lalu.

Hubungan China dan AS mulai memburuk ketika Australia menjadi negara pertama yang secara terbuka melarang Huawei Technologies Co China dan 5G. Kemudian Australia juga sempat menyerukan penyelidikan asal-usul COVID-19.

Australia memang menyumbang 4,8% dari total impor konsentrat tembaga China pada 2019 dan menjadikannya pemasok teresar kelima setelah Chili, Peru, Mongolia dan Meksiko.

(kil/eds)