Mengintip Gurita Bisnis Sandiaga Uno Lewat Saratoga

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 28 Des 2020 08:59 WIB
Sandiaga Uno di Istana Negara
Sandiaga Uno/Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Sandiaga Uno resmi menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). Sandiaga dipercaya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangkitkan kembali pariwisata nasional yang saat ini terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Berdasarkan catatan detikcom, Senin (28/12/2020), Sandiaga Uno merupakan seorang pengusaha muda yang sukses menjalankan beberapa perusahaan.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini merupakan pendiri Saratoga Investama Sedaya, sebuah perusahaan investasi pada tahun 1998 bersama Edwin Soeryadjaya. Saratoga fokus berinvestasi pada sumber daya alam dan infrastruktur di Indonesia dan Asia Tenggara.

Melalui Saratoga, gurita bisnis Sandiaga Uno memang sangat luas. Saratoga merupakan perusahaan investasi yang fokus mendanai sejumlah sektor, mulai dari konsumer, infrastruktur, hingga sumber daya alam (SDA).

Dalam perjalanannya, Sandiaga juga pernah berinvestasi di bisnis maskapai penerbangan melalui Tigerair Mandala. Putra dari Mien Uno ini menghidupkan kembali PT Mandala Airlines yang berhenti terbang sejak Januari 2011, namun tak bertahan lama setelah akhirnya berhenti mengudara pada 1 Juli 2014. Pada saat itu, Sandiaga melalui Saratoga Capital menguasai 51% saham Tigerair Mandala.

Bisnis Sandiaga Uno di sektor konsumer adalah dengan Saratoga berinvestasi di Awal Bros Hospital Group yang dimulai tahun 2016, kemudian Deltomed di bidang obat-obatan herbal yang dimulai pada 2017, lalu Gilang Agung Persada (GAP) yang dimulai pada 2014. MGM Bosco yang bergerak di bidang cold chain logistic pada 2016, lalu Mitra Pinasthika Mustika (MPM) yang dimulai pada 2010.

Kemudian di sektor infrastruktur, Saratoga juga memiliki saham di Nusaraya Cipta sebuah perusahaan pengelola jalan tol yang dimulai pada 2006, kemudian Paiton Energy sebuah perusahaan energi yang mulai pada 2015. Kemudian Tenaga Listrik Gorontalo tahun 2012, Tower Bersama Group 2004, dan Tri Wahana Universal pada 2011.

Berlanjut ke halaman berikutnya.