Ungkap Sejarah Kearsipan RI, Tjahjo: Dibakar Habis oleh Jepang

ADVERTISEMENT

Ungkap Sejarah Kearsipan RI, Tjahjo: Dibakar Habis oleh Jepang

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 28 Des 2020 10:52 WIB
Sekjen KPK Cahya Harefa mengantarkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo, menuju kendaraan dinas menteri di gedung KPK, Jakarta, Senin (21/12/2020).
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Tjahjo Kumolo mengungkapkan sedikit sejarah kearsiapan Indonesia. Menurut Tjahjo, dulunya Indonesia sepi dari dunia kearsipan. Saat awal kemerdekaan, Indonesia hanya punya 1 arsip foto.

"Saya kira pengalaman yang lama bahwa kemerdekaan bangsa kita 17 Agustus 1945 yang diproklamirkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta itu hanya ada 1 dokumentasi yaitu foto, satu lembar foto yang dibacakan oleh bung karno dan didampingi oleh bung hatta," ungkap Tjahjo dalam acara Apresiasi Kearsipan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) kepada Bank Indonesia secara virtual, Senin (28/12/2020)

Sedangkan dokumen penting lainnya sudah habis dibakar oleh Jepang. "Yang lain sudah dibakar habis oleh Jepang," sambungnya.

Untuk itu, Tjahjo mengingatkan kembali sejarah itu untuk dijadikan pelajaran bersama agar ke depannya Indonesia punya kelola kearsipan yang lebih baik lagi.

"Saya kira ini pengalaman semoga di masa yang akan datang juga masalah kearsipan ini bisa ditata dengan baik," imbuhnya.

Hari ini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyerahkan sertifikat akreditasi dari ANRI kepada BI. Dalam hal ini, BI mendapat peringkat A (sangat baik). Di saat yang sama BI menyerahkan arsipnya kepada ANRI secara virtual disaksikan langsung oleh Tjahjo dan Gubernur BI Perry Warjiyo. Adapun arsip yang diserahkan BI adalah sebanyak 64 berkas biro lalu lintas devisa (BLLD). Terakhir, memberikan apresiasi terhadap 11 Satuan Kerja BI yang meraih statement of compliance ISO 15489 Records Management.



Simak Video "Pemerintah Mau Pangkas Jumlah PNS, Optimalkan Teknologi"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT