Banyuwangi Makin Peduli Perubahan Iklim

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 28 Des 2020 11:58 WIB
Banyuwangi
Ilustrasi Foto: shutterstock
Jakarta -

Pengungkapan dan kinerja Pemkab Banyuwangi terkait perubahan iklim mendapat skor C dalam pengisian kuisioner cities Carbon Disclosure Project (CDP) 2020. Artinya Banyuwangi memasuki level awareness terkait perubahan iklim, memiliki pemahaman terkait isu perubahan iklim dan dampak yang dihasilkan.

"Skor C sendiri berarti Banyuwangi sudah berada dalam posisi yang sama dengan kota lain di Asia Tenggara dan Global dalam hal mitigasi perubahan iklim dan dalam posisi yang sama secara Global dalam hal adaptasi perubahan iklim," papar founder Bumi Global Karbon (BGK), Achmad Deni Daruri dalam keterangan tertulis, Senin (28/12/2020).

Carbon Disclosure Project (CDP) merupakan organisasi independen dunia yang memegang koleksi data global terbesar mengenai perubahan iklim, hutan, dan air perusahaan dan wilayah serta menjadi jantung keputusan bisnis, investasi, serta kebijakan bisnis.

"CDP lahir pada 2000 dan berpusat di London, United Kingdom. Platform ini telah digunakan oleh kurang lebih 920 institusi pemerintah, 515 investor dengan sumber kapital US$ 106 triliun, dan 8.400 perusahaan di seluruh dunia," tuturnya.

Menurut Deni, kuisioner CDP memiliki kualitas rating Environmental, Social dan Governance terbaik dan kredibel untuk tahun 2020, di atas MSCI ESG Rating, Bloomberg ESG Disclosure Score dan lembaga rating ESG lainnya.

Beberapa hal yang ditanyakan dalam kuisioner cities CDP adalah tata kelola, bahaya dan kerentanan iklim, adaptasi, data emisi kota, pengurangan emisi, peluang, energi, transportasi, pangan, limbah dan ketersediaan air.

Skala skor yang dimiliki CDP adalah A, A- (leadership level), B, B- (management level), C, C- (awareness level), D, D- (disclosure level).

"Bumi Global Karbon merupakan accredited solution provider CDP pertama di Indonesia yang terus berusaha membantu perusahaan dan pemerintah daerah dalam pengisian kuisioner lingkungan CDP," ungkapnya.

"Berbagai manfaat yang dengan pengisian kuisoner ini adalah melindungi dan meningkatkan reputasi, meningkatkan keunggulan kompetitif, mematuhi berbagai peraturan nasional dan internasional, mengidentifikasi sejak dini terkait risiko dan peluang, serta sebagai alat untuk mengukur kemajuan kota tiap tahunnya terkait isu lingkungan," imbuh Deni.

Menurut Deni, penilaian A, B, C, D, F bukanlah sekedar nilai. Namun mencerminkan masa depan kota dengan adanya perubahan iklim yang semakin nyata. Dengan pencapaian 2020, tentu menjadi permulaan yang sangat baik bagi Banyuwangi.

Lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Sego Cawuk, Sarapan Autentik Khas Banyuwangi"
[Gambas:Video 20detik]