3 Fakta Diskon Pajak Mobil Baru

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 30 Des 2020 18:00 WIB
Mobil baru diwacanakan mendapat insentif pembebasan pajak hingga 0 persen. Tapi kebijakan ini dikhawatirkan mengganggu kelangsungan bisnis pedagang mobil bekas.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menerima usulan pemberian diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil baru. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

Diskon pajak mobil baru tersebut disusulkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Bagaimana respons Jokowi?

1. Jokowi Secara Prinsip Setuju

Agus menyatakan Jokowi sudah setuju terhadap usulan yang diajukannya olehnya. Jadi, sisanya tergantung Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati selaku bendahara negara.

"Jadi ini memang suatu hal yang sudah kita usulkan dan saya sudah laporkan ke Bapak Presiden, dan secara prinsip beliau setuju," kata Agus dalam konferensi pers akhir tahun 2020 secara virtual, Senin lalu (28/12/2020).

2. Tunggu Eksekusi Sri Mulyani

Agus menjelaskan, kementerian yang dipimpin oleh Sri Mulyani itu belum memberikan lampu hijau atas usulan pemberian diskon pajak mobil baru.

"Jadi, kita memang masih belum mendapatkan green light dari Kementerian Keuangan," katanya.

Dirinya pun memahami bila Kementerian Keuangan belum memberikan restu atas relaksasi PPnBM tersebut.

"Ini wajar saja untuk mereka karena mereka merupakan bendahara negara yang tentu mereka punya penilaian sendiri, posisi sendiri, yang mereka kelola itu kan sebagai bendahara negara kan harus lebih komprehensif," sambung dia.

3. Kemenperin Siapkan Insentif Lain

Kementerian Perindustrian bakal mengusulkan insentif baru untuk industri otomotif kepada Kemenkeu. Itu dilakukan jika usulan diskon PPnBM untuk pembelian mobil baru ditolak Sri Mulyani.

"Mungkin dari sisi pengelola bendahara negara melihat dari sisi lain, tapi Kementerian Perindustrian tentunya akan mencari kiat-kiat lain untuk bisa mendorong sektor otomotif ini bisa lebih cepat larinya lagi, tidak hanya PPnBM, mungkin dari insentif-insentif yang lain yang akan kita coba untuk usulkan," kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Dody Widodo dikutip dari saluran YouTube FMB9, Rabu (30/12/2020).

(toy/zlf)