Ada Lumbung Pangan di Kalteng & Sumut, Impor Pangan Bisa Turun 10%

Erika Dyah - detikFinance
Rabu, 30 Des 2020 17:07 WIB
Syahrul Yasin Limpo
Foto: Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan ekspor pangan Indonesia di tahun 2020 naik di atas 12,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan impor pangan justru mengalami penurunan sebesar 10 persen.

Mentan menjelaskan bahwa penurunan terjadi akibat pemerintah memiliki fokus program jangka panjang untuk membangun sumber pangan di tiap-tiap daerah.

"Saya ingin katakan bahwa tahun ini impor kita turun 10 persen. Sebabnya adalah kita telah membangun lumbung pangan baru baik di dataran rendah Kalimantan Tengah maupun dataran tinggi Sumatera Utara," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/12/2020).

Lebih lanjut, Kementan telah mengambil langkah tambahan dengan memperluas area tanam di sejumlah daerah dan melakukan perluasan area food estate. Perluasan ini akan dikerjakan di wilayah timur Indonesia, tepatnya di provinsi Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

"Kami membuat langkah-langkah tambahan dan perluasan area tanam di 2021. Bahkan besok kami akan masuk ke NTT dan Maluku. Selain itu kami juga memiliki program penguatan diversifikasi pangan lokal," kata Syahrul.

Dia mengaku pihaknya telah melakukan antisipasi atas kemungkinan adanya kekurangan pasokan pangan. Langkah yang diambil salah satunya melakukan mapping juga mengendalikan cuaca yang ada.

"Hambatan kita selama ini adalah cuaca. Tapi kita sudah melakukan percepatan dengan memburu air. Oleh karena itu Insyaallah semua bisa kita kendalikan. Secara umum, saya dapat pastikan bahwa kebutuhan 11 bahan pokok terkendali dengan baik, bahkan kita mempersiapkan beras untuk 2 tahun ke depan," pungkasnya.

Sebelas bahan pokok yang dimaksud meliputi komoditas beras, bawang, buah, sayur, minyak, dan gula. Saat ini sebelas kebutuhan bahan pokok tersebut dinyatakan dalam kondisi aman dan terkendali.

(mul/mpr)