Juragan Tempe & Tahu Mogok Produksi 1-3 Januari

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 31 Des 2020 08:00 WIB
Perajin pembuat tempe mengolah kacang kedelai dalam proses pembuatan tempe di pabrik rumahan, Sunter Jaya, Jakarta Utara, Selasa (31/7). Menurut perajin tempe, menjelang Asian Games mereka mengeluhkan peraturan pemprov DKI Jakarta yang mengharuskan mereka harus berhenti produksi saat Asian Games 2018 di Jakarta dimulai, karena perajin tempe diduga
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Para pengusaha tempe dan tahu anggota Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) akan mogok produksi pada 1-3 Januari 2021. Ketua Umum Gakoptindo Aip Syarifuddin dalam surat edarannya menyampaikan aksi ini dilakukan untuk menyikapi harga kedelai yang terus naik dan berdampak kepada biaya produksi maupun harga jual tempe dan tahu.

"Sejalan dengan hal tersebut, dengan ini kami pengurus Gakoptindo mendukung langkah dan upaya yang dilakukan PUSKOPTI DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk melakukan mogok produksi, dengan tujuan agar kenaikan harga tempe dan tahu bisa kompak," ujar Aip dikutip dari surat edaran Gakoptindo yang diterima detikcom , Rabu (30/12/2020).

Aip mengungkapkan diharapkan KOPTI lainnya di seluruh Indonesia dapat melakukan penyesuaian dalam menyikapi hal tersebut di atas dengan mempertimbangkan situasi, kondisi dan kemampuan di daerahnya masing-masing.

Selama berhenti berproduksi para produsen tempe dan tahu diminta untuk menjaga kekompakan dan kedamaian.

"Serta dilarang melakukan perbuatan anarkis yang akhirnya akan merugikan kita semua," jelas dia.

Dia menyebut selaku pengurus Gakoptindo pihaknya sudah mengirim surat kepada pemerintah dan instansi terkait lainnya untuk mendapatkan solusi dan kesejahteraan produsen tempe & tahu di seluruh Indonesia.

(kil/hns)