RI Ingin Ngutang US$ 500-800 Juta ke ADB Tahun 2006
Jumat, 03 Feb 2006 14:14 WIB
Jakarta -
Pemerintah berharap mendapatkan pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) sebesar US$ 500-800 juta pada tahun 2006. Jumlah tersebut tidak jauh berbeda dengan pinjaman pemerintah tahun lalu."Sekarang ini masih kita bahas, tapi kira-kira gak jauh dari tahun lalu. Perkiraan kita antara US$ 500-800 juta dari ADB itu sudah bagus," ujar Dirjen Perbendaharaan Mulia P Nasution di Gedung Depkeu, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta (3/2/2006).Pada tahun 2005, pemerintah memperoleh pinjaman dari ADB senilai US$ 750 juta. Pinjaman tersebut meliputi pinjaman proyek dan pinjaman program.Mengenai pembatalan utang-utang yang tidak efisien, Mulia mengatakan harus dilihat kasus per kasus. Utang-utang tersebut tidak dapat begitu saja dibatalkan tanpa melihat konsekuensinya. Jadi harus disisir terlebih dahulu mana yang harus dibatalkan."Kalo misalnya dibatalkan terus harus dilihat apakah proyek itu ada pembiayaan alternatif. Kalo tidak kan berarti kegiatannya belum selesai dan harus berhenti," ujarnya.Utang pemerintah per triwulan II-2005 mencapai US$ 134,7 miliar. Pemerintah terus berupaya menurunkan stok utang itu. "Itu termasuk tujuan kita untuk mengurangi utang. Baik jumlah nominalnya maupun persentasenya," katanya.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































