Imbas 160.000 Perajin Tahu-Tempe Mogok: Hari Senin Harga Naik!

Vadhia Lidyana - detikFinance
Minggu, 03 Jan 2021 09:20 WIB
Pekerja menata peralatan saat menggelar aksi mogok berproduksi di salah satu pabrik tahu di Jakarta, Sabtu (2/1/2021). Sejumlah produsen tahu dan tempe di Jabodetabek menggelar aksi mogok berproduksi sebagai protes dari naiknya harga kedelai di pasaran yang mencapai Rp9.000 per kilogram dari harga normal Rp7.000 per kilogram. Mereka berharap pemerintah segera mengambil kebijakan menurunkan harga kedelai karena membebani pelaku usaha UMKM tersebut. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Para produsen atau perajin tahu-tempe sedang melakukan mogok produksi 3 hari, yang akan berakhir hari ini, Minggu (3/1/2020). Ada sebanyak 160.000 perajin yang tersebar di seluruh Indonesia melakukan aksi tersebut.

"Lebih kurang 90% dari jumlah perajin tahu tempe (di Indonesia) mogok produksi. (Jumlahnya) 160.000 perajin," ungkap Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin kepada detikcom, Sabtu (2/1/2021).

Mogok itu disebabkan oleh tingginya harga kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe. Harga kedelai memang mengalami lonjakan drastis selama pandemi virus Corona (COVID-19). Normalnya, harga kedelai aa di kisaran Rp 6.100-6.500 per kilogram (Kg), kini naik menjadi sekitar Rp 9.500/Kg.

Meski harga kedelai naik drastis, para perajin mengaku kesulitan menaikkan harga jual di pasar. Sehingga menimbulkan beban produksi bagi perajin.

"Untuk itu perajin tempe tahu ingin menaikkan harga. Di masa pandemi ini semua kan susah," kata Aip.

Ia menjelaskan, sebelumnya para produsen sudah berupaya menaikkan harga jual tahu-tempe secara individual ketika dijual ke pedagang pasar atau ke konsumen langsung. Namun, praktiknya di lapangan tak berjalan mulus.

"Hubungan kami, perajin dengan pedagang pasar itu sudah puluhan tahun, jadi sudah seperti saudara. Dan ketika mau menaikkan itu susah karena mereka keberatan, apalagi melihat kondisi ekonomi lagi susah. Jadi mau menaikkan sendiri-sendiri kan susah, akhirnya kita sepakat kita berhenti dulu produksi," ujar dia.



Simak Video "Harga Kedelai di Solo Meroket, Perajin Tahu Tempe Menjerit"
[Gambas:Video 20detik]