Singapura Genjot Pemulihan Pariwisata Usai Pandemi, Ini Strateginya

Tim detikcom - detikFinance
Minggu, 03 Jan 2021 15:07 WIB
Malam Pergantian Tahun Singapura
Foto: Malam Pergantian Tahun Singapura (Istimewa)
Jakarta -

Pemerintah Singapura mulai menggenjot lagi kegiatan pariwisatanya. Sementara restoran dan tempat hiburan masih menerapkan pembatasan kapasitas 50 persen dari keadaan normal.

Ini ditujukan sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi negara tersebut. Maklum saja, kontribusi pariwisata memang cukup dominan dalam menyumbang perekonomian Singapura. Pada 2019 misalnya, hotel serta tempat wisata mampu lagi menghasilkan hampir US$ 20 miliar atau hampir Rp 280 triliun (kurs Rp 14.000/US$).

Langkah itu diikuti para pelaku usaha, salah satunya seperti yang dilakukan saat perayaan pergantian tahun 2021. Marina Bay Singapore Countdown 2021 menghadirkan format berbeda tahun ini guna memprioritaskan keamanan masyarakat, untuk merenungkan tahun 2020 serta menyambut harapan dan aspirasi di tahun yang baru.

Dipersembahkan oleh Urban Redevelopment Authority (URA), prosesi Countdown atau Hitung Mundur tahun ini menampilkan dua atraksi utama di Marina Bay: sebuah pertunjukan cahaya yang disebut Shine a Light; dan Share the Moment, sebuah karya dongeng melalui proyeksi pemetaan cahaya (projection mapping).

Menurut pernyataan dari pihak Urban Redevelopment Authority (URA), Shine a Light telah dimulai sejak 1 Desember 2020 di The Promontory @Marina Bay. Atraksi ini terdiri dari formasi 60 lampu sorot melingkar yang melambangkan bentuk sebuah permukaan jam.

Proyeksi cahaya dari lampu-lampu sorot tersebut menerawang ke langit - dirancang sebagai simbol persatuan, semangat positif, dan pantang menyerah, yang menuntun semangat masyarakat Singapura dalam menghadapi pandemi dan tekad untuk bangkit bersama sebagai sebuah bangsa di tahun yang baru.

Shine a Light menerangi cakrawala Marina Bay dari pukul 20.00 hingga 22.30 sepanjang bulan Desember[1]. Sebuah animasi sederhana berdurasi 3 menit - yang koreografinya melambangkan harapan dan aspirasi di awal yang baru - diputar setiap 15 menit sekali.

"Seluruh kegiatan pun selalu mematuhi aturan-aturan keamanan yang berlaku dan warga hanya diperbolehkan berkunjung untuk menyaksikan atraksi tersebut apabila area pertunjukan tidak dalam kondisi ramai," jelas pihak Urban Redevelopment Authority (URA).

(dna/dna)