Kedelai Mahal, Harga Tahu dan Tempe Jadi Naik Rp 1.000/Potong

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 04 Jan 2021 10:38 WIB
Pedagang tahu dan tempe di Bandung memutar otak untuk siasati harga kedelai yang naik. Caranya dengan memperkecil ukuran tahu dan tempe yang dijualnya.
Ilustrasi/Foto: Wisma Putra

Ia mengatakan, sekitar pukul 8 pagi ini dagangannya sudah habis terjual. Sama seperti Slamet, dirinya memang tak berani membawa stok banyak karena harga tahu dan tempe sedang naik.

"Nggak bisa bawa stok banyak baru-baru ini. Kan habis libur panjang, takutnya nggak laku. Sudah begitu kan harga mahal, takutnya kita yang rugi," urai Toradi.

Toradi mengungkapkan, hanya ada empat pedagang tahu dan tempe di Pasar Gondangdia. Semuanya kehabisan stok karena habis terjual.

"Kemarin tiga hari ya nggak dagang, kan nggak ada. Nah sekarang ini empat kios pedagang habis semua," pungkas Toradi.

Sebagai informasi, para perajin memang menaikkan harga tahu dan tempe di pasaran sekitar 10-20%. Hal itu disebabkan oleh harga kedelai yang melonjak selama pandemi virus Corona (COVID-19).

Berdasarkan data Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), harga kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe normalnya di kisaran Rp 6.100-6.500 per kilogram (kg) per Maret-April 2020 lalu. Kini, harganya naik menjadi sekitar Rp 9.500/kg.

Halaman


Simak Video "Harga Kedelai di Solo Meroket, Perajin Tahu Tempe Menjerit"
[Gambas:Video 20detik]

(ara/ara)