BPS: Inflasi 2020 Sebesar 1,68%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 04 Jan 2021 11:08 WIB
Aktivitas perdagangan terlihat menggembirakan di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (2/11). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Rabu (1/11) inflasi Oktober 2017 hanya sebesar 0,01 persen karena pemerintah mampu menjaga harga komoditas bahan makanan.
Inflasi 2020. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi di Indonesia sepanjang 2020 sebesar 1,68%. Sementara inflasi di bulan Desember tercatat 0,45% secara month to month (mtm).

Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, ada 87 kota di Indonesia yang mencatatkan inflasi, di mana sebagian besar menujukkan kenaikan harga, dan sisanya ada 3 kota mengalami deflasi.

"Inflasi pada bulan Desember ini tahun 2020 sebesar 0,45%. Sementara untuk inflasi tahunan dan inflasi tahun kalender 2020 adalah sebesar 1,68%" kata Setianto di Jakarta, Senin (4/1/2021).

Dari 90 kota IHK yang alami inflasi tertinggi adalah Gunung Sitoli 1,87%. Utamanya disebabkan oleh kenaikan harga cabai merah dengan andil 0,64% dengan andil 0,38%.

"Inflasi terendah di Tanjung Silor 0,05%" jelas Setianto.

Ada beberapa kota IHK yang mengalami deflasi yang tertinggi Luwuk -0,26%. Utamanya untuk deflasi di Luwuk ini andil dari cabai merah 0,1% kemudian angkutan udara 0,09%. Deflasi terendah -0,07%.

Kalau dilihat perkembangan inflasi Januari sampai Desember 2020, inflasi bulanan 2020 meningkat sejak Oktober 0,07% naik jadi 0,28% pada November dan Desember 0,45%.

"Kalau dilihat secara tahunan yoy, ini juga mengalami tren yang meningkat di 2020 sejak Agustus dengan inflasi 1,32% pada Agustus meningkat terus jadi 1,68% di bulan Desember," tuturnya.

(fdl/fdl)