139 Perusahaan di Inggris Ketahuan Bayar Gaji di Bawah Upah Minimum

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 04 Jan 2021 11:50 WIB
Rebuilding, renovating, repairing, restoring the Houses of Parliament and Elizabeth Tower in London.
Foto: iStock
Jakarta -

Pemerintah Inggris mengungkap ada sejumlah perusahaan yang menggaji karyawan di bahwa upah minimum Inggris. Dua di antaranya supermarket terbesar Inggris, Tesco dan rantai Pizza Hut yang berada di Inggris.

Laporan pemerintah Inggris menyebut, sebanyak 139 perusahaan gagal membayar 6,7 juta poundsterling kepada ribuan pekerja. Inggris sendiri memiliki standar upah minimum untuk pekerja berusia 25 tahun ke atas, 8,72 poundsterling. Kasus-kasus ini merupakan hasil penyelidikan pemerintah antara 2016 dan 2018.

Mengutip dari CNN, Senin (4/1/2021) dari hasil penyelidikan itu disebutkan bahwa 78.199 karyawan Tesco digaji di bawah upah minimum. Menurut pemerintah perusahaan berutang gaji kepada pekerjanya sebanyak 5 juta poundsterling.

Sementara, Pizza Hut diidentifikasi berutang sebanyak 846.000 poundsterling kepada 10.980 pekerja yang telah digaji di bawah upah minimum.

Menanggapi laporan pemerintah, pihak Tesco mengaku kecewa. Pasalnya penyebab perusahaan terpaksa menggaji karyawan di bawah upah minimum telah dilaporkan kepada pemerintah pada 2017 silam itu.

"Kembali pada tahun 2017 kami mengidentifikasi masalah teknis yang berarti gaji beberapa kolega secara tidak sengaja turun di bawah Upah Minimum Nasional. Kami sangat menyesal ini terjadi dan secara proaktif melaporkan masalah tersebut," kata Tesco.

Selain itu, salah satu perusahaan farmasi terbesar di Inggris Superdrug, juga termasuk dalam daftar. Sekitar 2.222 pekerja diidentifikasi mendapat gaji di bawah upah minimum dan perusahaan disebut berutang sebanyak 15.000 poundsterling kepada pekerja.

(zlf/zlf)