Wadaw! Harga Cabai Rawit Melejit Jadi Rp 80.000/Kg

Achmad Syauqi - detikFinance
Selasa, 05 Jan 2021 10:08 WIB
harga cabai
Foto: Achmad Syauqi/detikcom

Biasanya, imbuh Poniman, kendala utama petani cabai saat musim hujan adalah jamur Patek. Namun sampai bulan ini tidak ada jamur itu.

"Gangguan jamur Patek tidak ada tahun ini, aman. Tapi ganti curah hujan yang jadi masalah menyebabkan cabai busuk di tengah lalu jatuh," pungkas Poniman.

Riyanto, petani cabai di lereng Gunung Merapi Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang mengatakan harga naik karena barang tidak ada. Cuaca yang hujan deras beberapa hari berturut-turut menjadi penyebabnya.

"Tahun ini faktor utamanya cuaca yang hujannya mundur dan deras. Selain itu kadang perilaku petani yang tidak tepat mengolah lahan," jelas Riyanto dihubungi detikcom melalui sambungan telepon.

Tidak hanya di wilayah bawah, imbuh Riyanto, di lereng Gunung Merapi pun harga di pasar sama. Sebab memang barangnya sedikit.

" Memang barangnya terbatas dan masyarakat sudah terbiasa dengan cabai. Ya sudah, petani juga sama repotnya," pungkas Riyanto.

Halaman


Simak Video "Harga Cabai Selangit, Pedagang-Pembeli Menjerit"
[Gambas:Video 20detik]

(ang/ang)