Inggris Kucurkan Rp 86 T Bantu Pengusaha Hadapi Lockdown Ketiga

ADVERTISEMENT

Inggris Kucurkan Rp 86 T Bantu Pengusaha Hadapi Lockdown Ketiga

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 05 Jan 2021 20:15 WIB
Inggris kembali melakukan lockdown usai ditemukannya varian baru virus Corona di negara tersebut. Kota London pun kembali sepi dari aktivitas warga.
Foto: Chris J Ratcliffe/Getty Images
Jakarta -

Pemerintah Inggris menawarkan paket bantuan sebesar 4,6 miliar poundsterling (US$ 6,2 miliar) atau sekitar Rp 86,18 triliun (kurs Rp 13.900) untuk dunia usaha. Langkah tersebut untuk mengurangi dampak resesi yang diperkirakan terjadi, sebagai imbas lockdown untuk ketiga kalinya.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/1/2021), Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan lockdown pada hari Senin. Ia mengatakan varian virus Corona sangat menular dan berisiko membebani layanan kesehatan dalam 21 hari.

Kebanyakan orang harus bekerja dari rumah dan sekolah tutup. Perhotelan dan toko-toko juga tutup.

Ekonomi Inggris diperkirakan akan kembali ke resesi. Ekonomi negara tersebut akan menyusut pada kuartal terakhir 2020 dan kuartal pertama 2021. Inggris mengalami penurunan produksi sebanyak 25% pada dua bulan pertama lockdown di 2020.

Penurunan yang terbaru diperkirakan akan jauh lebih kecil. Sebab, dunia usaha sekarang jauh lebih beradaptasi dengan bekerja dari jarak jauh. Serta, lokasi proyek dan pabrik diharapkan tetap buka.

Menteri Keuangan Rishi Sunak sebelumnya telah mengumumkan bantuan darurat untuk ekonomi senilai 280 miliar poundsterling. Bantuan ini termasuk perlindungan pekerja besar-besaran yang akan berjalan hingga akhir April.

Dengan adanya langkah tambahan, perusahaan ritel, perhotelan dan rekreasi akan dapat mengklaim bantuan satu kali senilai hingga 9.000 pound dengan total nilai hingga 4 miliar pound. Lalu ditambah 600 juta pound bantuan untuk bisnis lain.

"Ini akan membantu bisnis melewati bulan-bulan mendatang - dan yang terpenting akan membantu mempertahankan pekerjaan, sehingga pekerja dapat siap untuk kembali ketika mereka dapat membuka kembali," kata Sunak.

(acd/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT