Dermawan! Dokter di AS Ini Hapus Utang 200 Pasien Kanker Rp 9 M

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 05 Jan 2021 21:50 WIB
An Asian girl is indoors in a hospital room. She is wearing casual clothing. An Asian female doctor wearing medical clothing is checking her heartbeat with a stethoscope.
Ilustrasi/Foto: Thinkstock
Jakarta -

Seorang dokter di Amerika Serikat (AS) bernama Omar Atiq menghapus utang 200 pasien kanker. Total utang yang dihapus senilai US$ 650.000 atau setara Rp 9,16 miliar (kurs Rp 14.100).

Utang tersebut merupakan tunggakan biaya dari 200 pasien di pusat perawatan kanker milik dokte Atiq. Kebijakan penghapusan utang ini juga seiring dengan keputusan dokter Atiq menutup layanan perawatan kanker di Arkansas itu yang sudah 30 tahun beroperasi.

Sebelum menghapus seluruh utang para pasiennya, dia bekerja sama dengan perusahaan penagih utang untuk memastikan para pasien membayar kewajibannya. Namun begitu, dokter Atiq menyadari kondisi banyak keluarga pasiennya banyak yang terpukul pandemi COVID-19.

Selama Natal, dokter Atiq menuliskan sebuah pesan penghapusan utang untuk para pasiennya.

"Seiring waktu saya menyadari bahwa ada orang yang tidak mampu membayar," kata dokter Atiq, dikutip dari BBC, Selasa (5/1/2021).

"Jadi saya dan istri saya sebagai satu keluarga, kami memikirkannya dan berusaha untuk mengampuni semua utang. Kami melihatnya bahwa kami dapat melakukannya dan kemudian pergi dan melakukannya," tambahnya.

Dr Atiq merupakan pria asal Pakistan. Dia mendirikan klinik kanker Arkansas di Pine Buff pada tahun 1991. Klinik yang didirikannya ini menyediakan perawatan termasuk kemoterapi, terapi radiasi, dan pemindaian CAT. Sekarang dia menjadi profesor di Universitas Arkansas untuk Fakultas Ilmu Kedokteran (UAMS) di Little Rock.

Dalam kartu ucapan Natal yang diberikan kepada pasiennya, dia menulis "Klinik Kanker Arkansas bangga melayani Anda sebagai pasien. Meskipun berbagai asuransi kesehatan telah membayar sebagian besar tagihan untuk sebagian besar pasien, bahkan deductible dan pembayaran bersama dapat memberatkan. Sayangnya, itulah cara sistem perawatan kesehatan kami saat ini bekerja. Klinik telah memutuskan untuk melepaskan semua saldo terutang ke klinik oleh pasiennya. Selamat Liburan," tulis dokter Atiq

(hek/hns)