Trump Teken Larangan Pakai 8 Aplikasi China Termasuk Alipay

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2021 08:47 WIB
President Donald Trump walks on the South Lawn of the White House in Washington, Sunday, Nov. 29, 2020, after stepping off Marine One. Trump is returning from Camp David. (AP Photo/Patrick Semansky)
Foto: AP Photo/Patrick Semansky
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang transaksi dengan delapan aplikasi perangkat lunak China, termasuk Alipay dari Grup Ant. Penandatanganan dilakukan pada Selasa.

Melansir Reuters, Rabu (6/1/2021), perintah tersebut menugaskan Departemen Perdagangan untuk menentukan transaksi mana yang akan dilarang berdasarkan arahan dan menargetkan QQ Wallet dan WeChat Pay Tencent Holdings Ltd.

Langkah itu bertujuan untuk mencegah ancaman terhadap warga Amerika yang bisa saja ditimbulkan oleh aplikasi China. Apalagi aplikasi itu memiliki basis pengguna yang besar dan akses ke data sensitif.

Perintah yang ditandatangani oleh Trump juga ada nama-nama seperti CamScanner, SHAREit, Tencent QQ, VMate, dan WPS Office.

"Amerika Serikat harus mengambil tindakan agresif terhadap mereka yang mengembangkan atau mengontrol aplikasi perangkat lunak yang terhubung ke China untuk melindungi keamanan nasional kami," demikian perintah Trump.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa meskipun perintah tersebut memberi Departemen Perdagangan 45 hari untuk bertindak, departemen tersebut berencana untuk bertindak sebelum 20 Januari.

"Dengan mengakses perangkat elektronik pribadi seperti smartphone, tablet, dan komputer, aplikasi perangkat lunak yang terhubung ke China dapat mengakses dan menangkap petak besar informasi dari pengguna, termasuk informasi pribadi yang sensitif dan informasi pribadi," perintah Trump lebih lanjut.

Ditambahkannya, penggunaan aplikasi China dinilai dapat melacak lokasi karyawan federal dan kontraktor, dan membuat berkas informasi pribadi.

Kedutaan Besar China di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait hal di atas.

Pejabat lain mengatakan perintah tersebut mencerminkan perintah eksekutif Trump yang ditandatangani pada Agustus lalu, yang mana itu mengarahkan untuk memblokir beberapa transaksi dengan WeChat dan Tiktok milik China.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia mendukung komitmen Trump untuk melindungi privasi dan keamanan warga Amerika dari ancaman yang ditimbulkan oleh Partai Komunis China.

Bulan lalu, Departemen Perdagangan menambahkan lusinan perusahaan China, termasuk produsen chip terkemuka SMIC dan produsen drone China SZ DJI Technology Co Ltd ke daftar hitam perdagangan.

Bulan lalu pemerintah AS juga menerbitkan daftar perusahaan China dan Rusia dengan dugaan hubungan militer yang membatasi mereka untuk membeli berbagai barang dan teknologi AS.

(toy/zlf)