Setoran Pajak di 2020 Kurang Rp 128 T

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2021 16:50 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan realisasi penerimaan pajak tercatat Rp 1.070,0 triliun atau 89,3% dari target Rp 1.198,8 triliun. Dengan begitu, setoran pajak terjadi shortfall atau kurang Rp 128,8 triliun di tahun 2020.

Hal itu diungkapkannya saat konferensi pers tentang realisasi pelaksanaan APBN tahun anggaran 2020 secara virtual, Rabu (6/1/2021).

"Untuk penerimaan pajak realisasi 2020 Rp 1.070 triliun, kontraksi 19,7%," kata Sri Mulyani.

Jika dilihat secara rinci, setoran pajak yang mencapai Rp 1.070,0 triliun ini berasal dari PPh migas sebesar Rp 33,2 triliun. Angka ini tercatat 104,1% dari target yang sebesar Rp 31,9 triliun. Sedangkan yang berasal dari pajak non migas sebesar Rp 1.036,8 triliun atau 88,8% dari target Rp 1.167,0 triliun.

Pajak non migas terdiri dari PPh non migas yang realisasinya sebesar Rp 560,7 triliun atau 87,8% dari target Rp 638,5 triliun. Pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar Rp 448,4 triliun atau 88,4% dari target Rp 507,5 triliun. Pajak bumi dan bangunan (PBB) Rp 21,0 triliun atau 155,9% dari target Rp 13,4 triliun. Terakhir, pajak lainnya sebesar Rp 6,8 triliun atau 90,6% dari target Rp 7,5 triliun.

Sedangkan digabungkan dengan penerimaan bea dan cukai, maka penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.282,8 triliun atau 91,3% dari target Rp 1.404,5 triliun. Angka realisasi penerimaan perpajakan tercatat terkontraksi 17%.

Khusus bea dan cukai, Sri Mulyani mengatakan realisasinya mencapai Rp 212,85 triliun atau 103,48% dari target Rp 205,68 triliun. Setoran ini berasal dari cukai sebesar Rp 176,31 triliun, bea masuk sebesar Rp 32,30 triliun, dan bea keluar sebesar Rp 4,24 triliun.

(hek/fdl)