Erick Thohir Rombak Komisaris Len Industri, Ini Susunannya

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 06 Jan 2021 21:35 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Gedung Kementerian BUMN (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali melakukan penyegaran birokrasi di tubuh perusahaan pelat merah. Kali ini, giliran BUMN industri peralatan elektronik PT LEN Industri (Persero) yang dirombak oleh Erick.

Sesuai Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-04/MBU/01/2021, Erick menetapkan Dean Arslan sebagai komisaris utama, Bambang Kusharto sebagai komisaris, Zuryati Simbolon sebagai komisaris, Rindoko Dahono sebagai komisaris independen, Helvi Yuni Moraza sebagai komisaris independen.

Kelima nama baru tersebut menggantikan posisi Leonardi sebagai komisaris utama, Jerry S.Justianto sebagai komisaris, Bin Nahadi sebagai komisaris, serta Wisnu Aji Nugroho sebagai komisaris independen PT LEN Industri yang telah habis masa baktinya per Juni 2020.

"Perusahaan sekarang memiliki lima orang anggota dewan komisaris baru, dua di antaranya adalah komisaris independen," ujar Vice President Sekretaris Perusahaan, Atini Hasanah dalam keterangan resminya yang diterima detikcom, Rabu (6/1/2021).

"Dewan komisaris selaku perpanjangan tangan pemegang saham dalam melakukan pengawasan, kini memiliki tugas berat untuk mengawal perseroan bangkit dari kondisi yang berat pada tahun 2020 lalu," tambahnya.

Atini menambahkan, pandemi COVID-19 yang terjadi memiliki dampak negatif secara global di semua sektor, tak terkecuali bagi PT Len Industri. Perombakan dewan komisaris ini diharapkan bisa memperbaiki kondisi perusahaan pelat merah itu yang ikut terdampak pandemi.

Langkah utama yang akan dilakukan pada 2021 ini adalah dengan melakukan restrukturisasi utang untuk revitalisasi keuangan perusahaan, serta transformasi bisnis, operasional, digital, dan budaya untuk memperbesar profitabilitas, efisiensi operasi, produktifitas asset, dan pertumbuhan berkelanjutan.

"Pekerjaan besar tahun 2021 ini adalah bagaimana memperbaiki kinerja perusahaan agar meningkatkan profitabilitas dan efisiensi. Meski sebenarnya pada tahun 2020, Len Industri juga telah mampu meyelesaikan pekerjaan, proyek, dan mendelivery-nya tepat waktu," imbuhnya.

(dna/dna)