Pelabuhan Patimban Bakal Nyambung Tol Cipali, Begini Teknisnya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 07 Jan 2021 13:14 WIB
Pelabuhan Patimban ditargetkan siap layani kegiatan ekspor-impor mulai Desember 2020 mendatang. Pembangunan pelabuhan itu terus dikebut agar dapat penuhi target
Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Pemerintah akan membuat jalan tol baru untuk memperlancar akses ke Pelabuhan Patimban. Jalan tol ini akan terhubung dengan jaringan tol Trans Jawa.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan pihaknya akan membangun jalan tol akses Pelabuhan Patimban yang tersambung dengan tol Cikopo-Palimanan alias Cipali. Pintu masuknya ada di KM 89.

"Trasenya itu mulai dari KM 89 di Cipali, kemudian nanti exit di dua titik. Jadi di ujungnya ada junction," ujar Hedy dalam public expose Pelabuhan Patimban, Kamis (7/1/2021).

Hedy menjelaskan pihaknya akan membangun jalan tol sepanjang 37 km untuk bisa akses ke Patimban. Investasinya kurang lebih akan sebesar Rp 7 triliun, atau tepatnya Rp 6,94 triliun. Pembangunannya ditargetkan paling lambat di tahun 2024.

"Jadi ini akan direncanakan bangun jalan tol, panjangnya 37 km. Saat ini statusnya sudah selesai FS-nya, investasi sekitar Rp 7 triliun. Harapannya 2023 ini selesai, paling lambat 2024," katanya.

Dalam paparan Hedy, dijelaskan nilai investasi tepatnya Rp 6,94 triliun, dengan total biaya konstruksi sebesar Rp 5,07 triliun. Rencananya, tarif yang akan dipatok sebesar Rp 1.700 per km, dengan total kecepatan rata-rata kendaraan 100 km/jam.

Jalan tol ini akan diprakarsai konsorsium yang terdiri dari badan usaha jalan tol swasta dan BUMN. Mulai dari PT Jasa Marga, PT Surya Semesta Internusa, PT Daya Mulia Turangga, dan PT Jasa Sarana.

Tol ke Patimban lanjut halaman berikutnya>>>