Jasa Raharja Tunggu Pemerintah soal Santunan Korban Sriwijaya Air SJ182

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 10 Jan 2021 14:00 WIB
Pihak Angkasa Pura II membentuk crisis center di Bandara Soekarno Hatta terkait insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. Crisis center banyak didatangi keluarag korban.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Perusahaan negara yang menangani asuransi kecelakaan penumpang, PT Jasa Raharja (Persero) buka suara terkait jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 dengan nomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak.

Corporate Secretary Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan mengatakan pihaknya sedang melakukan pendataan dan mengunjungi rumah yang jadi korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Pesawat itu dikabarkan jatuh di perairan Pulau Seribu.

"Prinsip saat ini Jasa Raharja masih terus melakukan pendataan secara aktif dan mengunjungi pihak keluarga penumpang untuk menyampaikan rasa empati atas musibah yang terjadi," kata Harwan kepada detikcom, Minggu (10/1/2021).

Hal itu dilakukan sebagai bentuk empati sambil menunggu pernyataan resmi pemerintah terkait kepastian pemberian santunan kepada keluarga korban jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Pemerintah, katanya akan mengumumkan pemberian santunan setelah proses pencarian penumpang selesai.

"Kami juga menunggu hasil pencarian para penumpang SJ182 yang saat ini masih terus dilakukan oleh Instansi yang berwenang, yang pada saatnya nanti akan dinyatakan secara resmi oleh instansi dimaksud. Pemerintah akan mengumumkan (kepastian pemberian santunan) setelah proses pencarian penumpang selesai," ucapnya.

Berdasarkan UU No 33 tahun 1964 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 15 tahun 2017, bagi korban meninggal dunia kecelakaan pesawat, maka Jasa Raharja menyerahkan hak santunan sebesar Rp 50 juta. Sedangkan dalam hal korban luka-luka, Jasa Raharja akan menjamin biaya perawatan rumah sakit maksimal Rp 25 juta.

Sedangkan berdasarkan Permenhub No. PM 77/Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, korban jiwa karena kecelakaan pesawat mendapatkan santunan Rp 1,25 miliar.

Dalam keterangan tertulisnya Jasa Raharja mengaku akan membantu tim proses pencarian untuk menemukan penumpang Pesawat Sriwijaya Air SJ182. Pihaknya menurunkan personil di posko-posko yang telah disediakan.

"Sehubungan dengan pemberitaan hilang kontaknya Pesawat Sriwijaya Air SJ182 dalam penerbangan rute Jakarta tujuan Pontianak, Jasa Raharja telah melakukan kordinasi dengan pihak Kementerian Perhubungan, Basarnas, Airnav, Sriwijaya Air dan instansi terkait lainnya serta menyiagakan seluruh personil Jasa Raharja di posko-posko yang dibentuk oleh pemerintah di Bandara Soekarno Hatta, BASARNAS dan Bandara Supadio-Pontianak," ujar Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo terpisah.

Bagi para keluarga korban, bisa mendatangi posko yang dibuka di pintu Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng dan untuk mendapatkan informasi terkait penumpang bisa didapat dari Sriwijaya Air. Keluarga dan kerabat, dapat menghubungi nomor hotline berikut ini: 021-8063 7816 dan 021-8063 7817.

(zlf/zlf)