PSBB Ketat dan Dampaknya buat Kantong Rakyat

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 11 Jan 2021 05:30 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Pada tanggal 11 sampai 25 Januari 2021, pemerintah mulai memberlakukan 'PSBB ketat' di Jawa dan Bali. Pemberlakuan pembatasan baru ini tidak dilakukan di seluruh wilayah, melainkan hanya beberapa yang sesuai kriteria pemerintah.

Kriteria yang ditetapkan pemerintah adalah daerah dengan tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional ataupun 3%. Daerah dengan tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional yaitu sebesar 82%.

Selanjutnya, daerah dengan tingkat kasus aktif di bawah rata-rata tingkat kasus aktif nasional yaitu sebesar 14%. Daerah dengan tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) untuk ICU dan isolasi di atas 70%.

Beberapa pengamat menilai, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akan berdampak pada kantong masyarakat dalam hal ini tingkat konsumsi rumah tangga atau daya beli. Bahkan, keputusan tersebut berpotensi membuat masyarakat panik berbelanja atau panic buying.

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Ninasapti Triaswati mengatakan daya beli atau tingkat konsumsi rumah tangga Indonesia akan melemah akibat pelaksanaan pembatasan baru Jawa Bali.

"Konsumsi rumah tangga akan cenderung melemah," kata Nina saat dihubungi detikcom, Minggu (10/1/2021).

Pelemahan daya beli, dikatakan Nina karena ekspektasi masyarakat terhadap pelaksanaan pembatasan baru Jawa Bali ditambah dengan tren konsumsi musim awal tahun di Indonesia.

Sementara itu, peneliti dari CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan pelemahan daya beli orang Indonesia ditentukan oleh dua hal. Pertama, durasi pelaksanaan 'PSBB ketat'. Kedua, kecepatan dan ketepatan pemerintah menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat.

"Kalau belajar dari pengalaman kontraksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020, ketika itu PSBB diberlakukan lebih dari satu bulan, dan terjadi kontraksi konsumsi rumah tangga," katanya.

"Nah apabila PSBB kali ini diperpanjang lebih dari 1 bulan maka ada peluang PSBB ini berdampak," tambahnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2