PSBB Ketat dan Dampaknya buat Kantong Rakyat

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 11 Jan 2021 05:30 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho

Sementara mengenai kecepatan dan ketepatan penyaluran bansos, Yusuf menjelaskan bansos mampu menjaga tingkat konsumsi rumah tangga khususnya kelompok miskin di tengah pandemi COVID-19.

Namun demikian, dirinya mengingatkan pemerintah untuk mempercepat menyelesaikan pandemi Corona agar segera berakhir. Menurut dia, daya beli kelompok masyarakat menengah ke atas pun harus dijaga.

Anggota Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Tutum Rahananta memastikan panic buying tidak akan terjadi pada pemberlakuan 'PSBB ketat' Jawa Bali.

Tidak adanya panic buying, dikatakan Tutum, karena pasokan barang kebutuhan sehari-hari aman.

"Nggak ada (panic buying), karena kapanpun anda bisa beli," kata Tutum.

Menurut Tutum, kegiatan logistik dan produksi masih tetap berjalan normal meski waktu operasionalnya dibatasi hingga pukul 19.00 WIB. Tidak hanya itu, tidak adanya panic buying pada pelaksanaan 'PSBB ketat' pada tanggal 11-25 Januari nanti pun karena sudah ada pengalaman kejadian yang sama sebelumnya.

Lebih lanjut Tutum mengungkapkan, pelaksanaan 'PSBB ketat' akan berdampak ke banyak sektor usaha, salah satunya adalah perusahaan food and beverage (F&B).

Jadi sangat berpengaruh dari kegiatan mereka, kalau F&B lebih dipengaruhi waktu makan dan kapasitas," ungkapnya.


(hek/ara)