5 Fakta Boeing 737-500, Jenis Pesawat Sriwijaya Air yang Jatuh

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 11 Jan 2021 12:46 WIB
Pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang hilang kontak di Kepulauan Seribu (dok jetphotos.com via flightradar24))
Foto: Pesawat Sriwijaya Air PK-CLC yang hilang kontak di Kepulauan Seribu (dok jetphotos.com via flightradar24))
Jakarta -

Reputasi pabrikan pesawat berbasis di Amerika Serikat (AS), Boeing semakin rusak atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak yang merupakan jenis Boeing 737-500.

Reputasi pabrik pembuat pesawat tersebut sudah jatuh saat 2 kecelakaan Boeing 737 Max

Dirangkum dari The New York Times, inilah fakta-fakta yang perlu diketahui tentang Boeing 737-500:

1. Dikembangkan 1980-an

Pesawat Boeing 737-500 ini model yang dikembangkan pada 1980-an.

2. Perbedaan 737-500 dan 737 Max

737-500 tidak berbagi sistem antistall yang sama dengan 737 Max, yang dipicu dalam kecelakaan 2018 di penerbangan Lion Air.

3. Pertama Kali Dibeli Southwest Airlines

737-500 diperkenalkan dengan pembelian 20 pesawat pada tahun 1987 oleh Southwest Airlines. Maskapai ini menggunakan model tersebut dengan kapasitas 122 tempat duduk.

4. Pesawat yang Dinilai Aman

Secara historis, 737-500 adalah pesawat yang aman untuk diterbangkan. Seri yang meliputi 737-300 dan 737-400 telah mengalami 19 kecelakaan fatal selama lebih dari tiga dekade beroperasi, atau sekitar satu kecelakaan fatal untuk setiap empat juta keberangkatan.

Sementara ada empat kecelakaan fatal yang telah tercatat pada 737-500, termasuk kecelakaan di Korea Selatan pada 1993, Tunisia pada 2002 dan di Rusia pada 2008 dan 2013. Itu menurut data Aviation Safety Network.

5. Diproduksi 389 Unit

Boeing memproduksi 389 unit 737-500 sebelum model itu berhenti diproduksi. Sebanyak 100 masih digunakan oleh maskapai penerbangan kecil di seluruh dunia di negara-negara termasuk Afghanistan, Iran, Nigeria, Rusia dan Ukraina. Itu menurut situs pelacakan Planespotters.net.

(toy/das)