Melihat Kerajinan Perak di Bali yang Disukai Mantan Bos IMF

Nurcholis Maarif - detikFinance
Selasa, 12 Jan 2021 19:11 WIB
Hasil kerajinan UMKM Bali
Foto: Nurcholis Maarif/detikcom
Bali -

Mendapat pembeli produk kerajinan tangan dari kalangan pejabat dan artis seringkali jadi kebanggaan. Namun, ternyata usaha itu butuh proses yang panjang dan ini pula yang dialami Bara Silver.

Bara Silver merupakan usaha produk kerajinan tangan di Desa Celuk Bali, Bali, berupa aksesoris yang awalnya hanya terbuat dari logam. Produk pesanan Bara Silver sering mendapat pesanan dari 'orang penting', seperti dari istri presiden Iriana Jokowi hingga Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde yang menjabat pada 2011 hingga 2019.

"Madam banyak belanja, kaya cincin gelang, pas tahun 2018 pas ada acara IMF di Nusa Dua. Cuma waktu itu karena jatahnya satu orang, yang nemuin suami saya. Tapi istri-istri (pejabat)nya pada datang ke sini," ujar Pemilik Bara Silver, Putu Sudiadnyani saat ditemui di kediamannya belum lama ini.

Mami Bara, panggilan akrabnya juga kerap menjaga hubungan emosional dengan orang yang berkunjung ke outletnya. Menurutnya, hal ini pula lah yang sampai membuat Iriana Jokowi datang ke outlet Bara Silver.

"Karena dekat itu jugalah makanya Ibu Jokowi bisa datang ke sini dengan semua semua menteri," ujarnya.

"Ivan Gunawan teman saya, sering kalau ada acara Jakarta Fashion Week, mami aksesoris, dia fashionnya. Terus Bunda Anne, Dyah Pitaloka, Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu," imbuhnya.

Ia mengatakan sebenarnya Bara Silver sudah beroperasi 18 tahun lalu, tapi mulai tumbuh 10 tahun belakangan. Desain perhiasan besar yang mendobrak disebutnya sebagai alasan Bara Silver bisa tumbuh.

"Ini turun temurun masyarakat di sini pusat kerajinan perak. Seiring berjalannya waktu, Mami melihat desainnya tidak berani, polos. Mami berusaha mendobrak desain, orang bilang aneh gitu, gede bentuknya," ujarnya.

Hasil kerajinan UMKM BaliHasil kerajinan UMKM Bali Foto: Nurcholis Maarif/detikcom

"Saya buat yang besar soalnya aksesoris kan pengen dilihat. Sering berjalannya waktu saya berharap mereka paham, barulah waktu si Raffi Ahmad nikah kita sponsori, masuk TV, dari sana lah boomingnya, tidak bisa dipungkiri membawa berkah," imbuhnya.

Ia mengatakan terus mengembangkan produknya yang dijualnya yang kini tak hanya berbahan silver, tetapi juga emas, tembaga, logam hingga stainless steel. Adapun produknya berupa segala perhiasan.

Sementara range harga produknya dari Rp 100 ribu hingga puluhan juta. Ia menyebut kebanyakan produknya merupakan pesanan suvenir tamu negara yang sedang singgah di Bali.

Ia juga sering ikut pameran di dalam maupun di luar negeri. Produknya juga pernah diekspor ke luar negeri, seperti Belanda, Italia, dan Rusia.

"Kalau saya ini kan (misalnya) ada batok kelapa, saya ngga menjual batok kelapa, saya menjual imajinasi saya, seni saya batok kelapa yang laris dikombinasi silver, tembaga. Saya mengimajinasikan barang sampah menjadi unik dan bernilai tinggi, misi saya kan bernilai tinggi. Bagaimana memberdayakan sampah sampai bernilai tingginya itu," ujarnya.

Bidik Juga Pembeli Lokal

Tadinya Bara Silver merupakan satu dari tiga UMKM produk artisan yang akan dipajang dalam peluncuran gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali kemarin. Namun tidak jadi hadir karena ada pembatasan peserta.

Mami Bara berharap gerakan ini dapat membantunya dari pandemi, terutama dalam hal promosi. Ia juga menyebut usahanya membidik pembeli lokal saat kebanyakan pengrajin membidik pembeli mancanegara.

"Kita berharap bisa dipromosikan ada Bangga Buatan Indonesia keren banget, dulu saya punya komunitas 7 tahun lalu, cinta kain Bali. Kita fanatik kondangan ke mana itu pakai yang asli, 7 tahun kita. Ini ada bangga buatan Indonesia keren. Sekarang ada gerakan ini, dari kalangan orang perbankan, pejabat, harus pakai produk Bangga Buatan Indonesia," ujarnya.

"Daya tawar lokal mereka lebih cenderung sangat menghargai seni saya, mereka ga berfikir ini logam apa sih, mereka lebih suka ke art, langganan saya paham," ujarnya.

Sebagai informasi, gernas Bangga Buatan Indonesia juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Misalnya Bank BCA yang ikut mensponsori acara peluncuran kemarin.

BCA membidik mendampingi 500 UMKM Bali dalam program Bangga Lokal selama bulan Januari 2021. Kampanye ini dilakukan sekaligus dalam mendukung program Bangga Buatan Indonesia yang dicanangkan Pemerintah Indonesia.

"Peran UMKM besar bagi perekonomian nasional, maka dengan program BBI ini kami berkomitmen memberi pendampingan (salah satunya) melalui webinar inspiratif melalui jaringan cabang (BCA) di Bali. Dan mungkin akan tambah di cabang lain untuk mendukung gernas Bangga Buatan di Indonesia," ujar Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja dalam acara kemarin.

"Melalui Bangga Lokal yang berjalan sejak tahun lalu, sudah 185 yg kita adopsi. Jumlah ini diharapkan terus berkembang. Kami memfasilitasi UMKM tadi dengan program kredit UMKM yang membantu permodalan. Selain program permodalan, kami juga meletakkan infrastruktur pembayaran untuk mereka berwirausaha," imbuhnya.

(prf/hns)