Daftar Santunan Korban Sriwijaya Air

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 13 Jan 2021 07:00 WIB
KRI Tenggiri membawa total enam kantong dari KRI Rigel yang berada di titik evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ182.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah memastikan akan menjamin santunan untuk keluarga korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak. Santunan akan diberikan melalui PT Jasa Raharja dan BP Jamsostek.

Berikut 4 santunan untuk ahli waris korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ182:

1. Santunan Rp 50 Juta Jasa Raharja

PT Jasa Raharja akan memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ182. Jasa Raharja telah melakukan pendataan dan telah mengunjungi 59 keluarga korban yang tersebar di 24 kota dan terbanyak 15 korban berdomisili di Pontianak.

"Korban terjamin Jasa Raharja dan besaran santunan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 15/PMK.010/ 2017, bagi seluruh korban meninggal dunia, masing-masing ahli warisnya berhak menerima santunan sebesar Rp 50.000.000,-" kata Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo dalam keterangannya, Senin (11/1/2021).

"Sementara bagi korban luka-luka, Jasa Raharja akan berkoordinasi dengan rumah sakit di mana korban dirawat, guna penerbitan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit dengan biaya perawatan maksimum Rp 25.000.000,- serta menyediakan manfaat tambahan bantuan biaya P3K maksimum Rp 1.000.000,- dan bantuan biaya ambulance maksimum sebesar Rp 500.000,- terhadap masing-masing korban luka," tambahnya.

2. JKK 48 Kali Upah

Bantuan ini dikhususkan untuk kru pesawat yang bertugas yakni para pekerja Sriwijaya Air dan NAM Air sudah tercatat oleh BP Jamsostek. Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Khrisna Syarif mengatakan, perolehan data itu telah ditelusuri melalui Layanan Cepat Tanggap BP Jamsostek.

Pihaknya memastikan, keluarga dari korban yang sedang bertugas akan mendapat perlindungan dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) atau Jaminan Kematian (JKM) bagi para korban.

Syarif menjelaskan apabila pekerja mengalami kecelakaan dan meninggal dunia ketika bertugas atau dalam suatu kegiatan terkait dengan kedinasan, ahli waris pekerja berhak mendapatkan santunan program JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan kepada BP Jamsostek.

Kemudian, anak dari ahli waris pekerja juga berhak atas beasiswa pendidikan dan sekolah dasar hingga kuliah bagi 2 orang anak senilai maksimal Rp 174 juta.