Utang RI Capai Rp 1.235 Triliun
Senin, 06 Feb 2006 12:02 WIB
Jakarta - Total utang Indonesia hingga akhir tahun 2005 diperkirakan mencapai Rp 1.235 triliun. Angka tersebut terdiri dari Rp 580 triliun utang luar negeri (LN) dan Rp 655 triliun utang dalam negeri.Dari angka utang itu, porsi utang LN Indonesia hingga 31 Desember 2005 mencapai US$ 61,04 miliar atau sekitar Rp 580 triliun. Namun angka stok utang luar negeri Indonesia tersebut turun signifikan menjadi 22,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sebagai perbandingan, stok utang LN Indonesia pada tahun 2000 mencapai 42,4 persen.Khusus untuk total utang dalam negeri per 31 Desember 2005, berdasarkan data yang diperoleh detikcom dari Departemen Keuangan mencapai Rp 655,860 triliun. "Pada tahun 2006, pemerintah akan tetap merumuskan strategi pengelolaan utang luar negeri yang berhati-hati yakni dalam rangka meningkatkan ketahanan pembiayaan APBN," ujar Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam raker dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/2/2006).Komposisi utang LN Indonesia tersebut terdiri dari pinjaman bilateral sebanyak 51 persen, obligasi dan surat berharga lainnya sebesar 0,3 persen, kredit komersial 0,1 persen, kredit ekspor 19,4 persen, leasing 0,2 persen dan multilateral 29 persen.Jika berdasarkan mata uang komposisinya adalah pinjaman dalam yen Jepang mencapai 43,4 persen, dolar AS sebesar 29 persen, euro 15,2 persen, dolar Singapura (SDR) 2,1 persen, poundsterling (GBP) 2,1 persen dan mata uang lainnya 8,2 persen. Tingkat bunga untuk pinjaman dengan bunga tetap 68,8 persen dengan rincian LIBOR 18,1 persen, EURIBOR 0,8 persen, Japan Prime Rate 0,6 persen, ADB Floating rate 6,3 persen, Cost of ADB borrowing 3,8 persen, US Prime rate 0,2 persen dan bunga lainnya 1,3 persen.Selama tahun 2005, realisasi pinjaman luar negeri hanya sebesar US$ 2,2 miliar dari rencana pencairan sebesar US$ 3,6 miliar. Untuk tahun 2006, rencana penerimaan pinjaman luar negeri dalam APBN 2006 sebesar US$ 3,547 miliar yang terdiri dari pinjaman program sebesar total US$ 1 miliar dan pinjaman proyek US$ 2,5 miliar.Pinjaman proyek terdiri dari ADB sebesar US$ 500 juta, Bank Dunia US$ 400 juta, Jepang US$ 100 juta. Untuk pinjaman proyek terdiri dari CGI US$ 1,531 miliar, Bank Dunia US$ 300 juta, ADB US$ 317,6 juta, Jepang US$ 610,1 juta, bilateral lainnya US$ 193,3 juta, multilateral lainnya US$ 110 juta.
(qom/)











































