Risma Mau Sulap Balai Terbengkalai Jadi Pusat Budidaya Ternak

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 13 Jan 2021 16:23 WIB
Mensos Tri Rismaharini
Foto: Karin Nur Secha/detikcom
Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini ingin mengubah Balai Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dia ingin balai yang terbengkalai itu dihidupkan lagi menjadi tempat pemberdayaan.

"41 balai yang ada di Kemensos yang tersebar di wilayah Indonesia saat saya melihat ini sayang kalau hanya digunakan untuk temporary, yang sifatnya proyek ini 6 bulan selesai. Kita akan mengubah balai itu untuk pemberdayaan," kata Risma saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021).

Risma mencontohkan balai itu bisa digunakan untuk pemberdayaan ternak lele, ternak telur, hingga lahan yang kosong di sekitar dimanfaatkan untuk ditanamkan sayur-mayur. Dengan begitu diharapkan dapat menambah pendapatan masyarakat miskin.

"Kalau kita berikan bantuan maka teorinya untuk mengurangi pengeluaran, tapi kemudian kita lakukan pemberdayaan untuk menambah pendapatan. Jadi kami membuat di situ ada ternak lele, ayam bertelur, kemudian sayur-mayur," ucapnya.

"Ya pemulung tetap mulung sebelum mereka bisa bertransformasi, tapi dia mulung kemudian dia akan mendapat pendapatan lain. Selain bantuan itu akan mempercepat mereka untuk keluar dari garis kemiskinan," tambahnya.

Balai yang disasar Risma untuk jadi tempat pemberdayaan terutama di kota-kota besar seperti Bekasi, Palembang, Makassar, Sulawesi Utara, hingga Papua.

"itu yang akan kita gunakan untuk membuat semacam miniatur untuk pemberdayaan sehingga nanti mereka bisa disetop di situ, tidak harus bekerja di luar daerahnya," imbuhnya.

Selain itu, Risma mau 10 mobil kosong yang ada di kementeriannya disulap jadi mobil ambulance. Mobil itu akan disebar ke balai-balai yang ada untuk melayani masyarakat sekitar selama 24 jam.

"Kami kebetulan tidak tahu dari mana, ada beberapa mobil yang nggak dimanfaatkan di Kemensos akan kami rubah jadi ambulance dan mobil jenazah ini beberapa sudah kita mulai. Akan kita sebar di beberapa balai dan balai harus melayani 24 jam kalau ada kebutuhan, nanti kita siapkan dana operasionalnya untuk 24 jam," ucapnya.

(fdl/fdl)