3 Pemicu di Balik Makin Pedasnya Harga Cabai

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 13 Jan 2021 17:30 WIB
Harga cabai di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, masih ganas, Rabu (13/01/2021). Cabai rawit merah merah dibandrol Rp 75 ribu//Kg.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Belakangan harga cabai jadi sorotan. Harga cabai terpantau melonjak nyaris di semua daerah. Pusat Informasi Harga Pangan Nasional mencatat, harga cabai rawit merah rata-rata di 19 provinsi sempat tembus hingga Rp 79.250/kg. Bahkan, di beberapa daerah seperti Bandung, Jawa Barat harganya bisa mencapai Rp 100 ribu/kg.

Lalu, apa yang jadi penyebab melonjaknya harga cabai rawit merah di awal tahun ini?

Menurut Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Prishasto Setyanto ada beberapa faktor yang membuat harga cabai rawit merah makin pedas. Pertama, karena sedang musim hujan yang terdampak fenomena La Nina.

"Jadi ini untuk faktor penyebab melonjaknya harga cabai rawit merah ini kami identifikasi di lapangan karena musim hujan yang terdampak La Nina sehingga menyebabkan banjir di beberapa daerah sentra, kami juga sudah berkunjung ke sentra-sentra tersebut, jadi proses pemasakan buah menjadi lebih lama dan terganggunya jadwal petik," ujar Prihasto dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Kedua, dipengaruhi oleh serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang sedang meningkat.

"Terus serangan OPT yang meningkat seperti layu fusarium, busuk buah, antaraknosa, lalat buah dan lain-lain," tambahnya.

Ketiga, lonjakan harga cabai terpengaruh oleh libur panjang Natal dan Tahun Baru.

"Terus penundaan jadwal petik ini juga menarik, jadi karena ada Natal dan Tahun Baru, ada libur cukup panjang jadi petani menunda jadwal petiknya di lapangan. Jadi ini tahun baru karena kekhawatiran penutupan jalan dan armada pengangkut libur," tutur Prihasto.

(hns/hns)