Bantu UMKM, Apple Bakal Gelontorkan Rp 847 Miliar

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 13 Jan 2021 22:55 WIB
Raksasa teknologi Apple mencatatkan rekor baru. Perusahaan asal Cupertino, AS, itu kini memiliki valuasi sebesar US$ 2 triliun atau sekitar Rp 29.400 triliun (kurs Rp 14.700).
Ilustrasi/Foto: Getty Images
Jakarta -

Apple Inc menyiapkan dana sebesar US$ 60 juta atau sekitar Rp 847 miliar (kurs Rp 14.120) untuk melawan rasisme sistemik, terutama di dunia usaha. Program itu adalah bentuk pendanaan modal ventura untuk mendukung pengusaha kulit berwarna di Amerika Serikat (AS) yang mengalami ketidakadilan dalam berusaha maupun berkarir.

Dilansir dari Reuters, Rabu (13/1/2021), sebesar US$ 10 juta atau setara Rp 141 miliar dari dana tersebut akan dikucurkan kepada Harlem Capital, perusahaan ventura yang berbasis di New York, yang nantinya akan mendanai 1.000 perusahaan selama 20 tahun.

Kemudian, Apple juga akan menginvestasikan US$ 25 juta atau sekitar Rp 352 miliar ke Siebert Williams Shank's Clear Vision Impact Fund untuk mendanai para pelaku usaha kecil dan menengah yang termasuk kalangan minoritas.

"Ada kekurangan pemahaman tentang keragaman antara modal ventura dan juga dana dari perbankan. Kami mencari area yang menurut kami ada peluang bagi sumber daya kami untuk melakukan hal-hal yang baik," kata Vice President of Environment, Policy, & Social Initiatives Apple, Lisa Jackson.

Apple juga menyumbang US$ 25 juta untuk Propel Center. Sebuah fasilitas di Atlanta yang sudah lama menjadi tempat kolaborasi perguruan tinggi dan juga universitas untuk orang-orang kulit hitam dalam program kewirausahaan, pengembangan aplikasi, dan sebagainya.

Perusahaan memberikan hibah dalam bentuk program untuk membantu merancang kurikulum dalam silikon dan rekayasa perangkat keras untuk sekolah orang-orang kulit hitam melalui fasilitas tersebut.

Apple juga berencana mendirikan akademi pengembangan aplikasi pertama di Amerika Serikat, yang akan berlokasi di Detroit. Akademi tersebut menyediakan kursus gratis selama 10 hingga 12 bulan dan bertujuan untuk akan mengajarkan 1.000 siswa per tahun dalam teknik pengkodean, desain, dan pemasaran. Akademi itu akan bekerja sama dengan Michigan State University.

"Kami ingin melahirkan lebih banyak ahli-ahli teknologi untuk mengembangkan sebuah aplikasi baru yang berasal dari kulit hitam dan coklat," kata Jackson.

"Di Detroit terdapat lebih dari 50.000 bisnis kecil milik oleh orang kulit hitam dan coklat. Jadi kami menilai ada peluang wirausaha," lanjutnya.

Sebenarnya, langkah perusahaan mendukung gerakan kesetaraan dan keadilan ras sudah diumumkan sejak tahun lalu, setelah peristiwa mengenaskan yakni pembunuhan 2 orang kulit hitam Breonna Taylor dan George Floyd oleh polisi. Perusahaan berkomitmen memberikan dana senilai US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,41 triliun untuk mendukung gerakan keadilan ras.

(hns/hns)