Strategi Pemulihan Sektor Perikanan di Masa Pandemi

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 14 Jan 2021 15:13 WIB
Nelayan di Indonesia didominasi oleh nelayan skala kecil yang menggunakan kapal perikanan kecil (di bawah 10 GT). Bagaimana nasib mereka di 2021?
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Sektor usaha kelautan dan perikanan salah satu yang terdampak pandemi Corona (COVID-19). Namun, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis sektor itu masih bisa tumbuh dan tetap jadi salah satu ujung tombak ekonomi.

"Sebenarnya pada 2020 geliat pasar menurun sehingga ikut menurunkan daya beli. Walaupun begitu sektor ini masih mampu bertahan," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto dalam keterangan tertulis, Kamis (14/1/2021).

Berdasarkan catatannya, pada 2020 ekspor produk perikanan year on year (YoY) naik lebih dari 7% dibanding 2019 dan mampu menekan impor produk sektor ini lebih dari 12% dibanding tahun sebelumnya, sehingga neraca produk perikanan naik lebih dari 9% dibanding tahun sebelumnya.

Atas dasar itu sektor kelautan dan perikanan dianggap masih kuat dalam mendongkrak perekonomian nasional di masa sulit akibat pandemi COVID-19. Dengan telah dimulainya vaksinasi, kata Yugi membawa angin segar bagi pemulihan perekonomian dan iklim dunia usaha, termasuk sektor kelautan dan perikanan.

"Tentunya itu membawa harapan bagi kami, para pelaku usaha. Sekarang lah momen terbaik untuk memacu produk dari sektor perikanan, tidak hanya untuk optimalisasi pasar domestik tapi juga pasar Internasional yang lebih luas," kata Yugi.

Perubahan tren saat ini dianggap semakin menguntungkan karena penggunaan teknologi yang semakin mendekatkan rantai suplai produk perikanan kepada pasar, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan permintaan akan produk siap olah seperti produk dalam kemasan dan ikan beku.

"Semakin banyaknya permintaan maka semakin banyak juga tantangan yang akan dihadapi dan harus menjadi perhatian bersama, beberapa hal yang menjadi perhatian adalah negara-negara tujuan ekspor produk perikanan Indonesia mengetatkan persyaratan keamanan pangan yang akan masuk, beberapa diantaranya adalah penerapan prinsip keberlanjutan," ungkap Yugi.

Dia mengatakan Indonesia perlu fokus terhadap upaya peningkatan produksi terutama pada sektor perikanan. Setidaknya ada tiga yang disarankan untuk jadi fokus utama yaitu perikanan tangkap, budidaya dan hasil olahan.

Tiga fokus utama itu harus diperlukan inovasi teknologi dan strategi pemasaran yang baik dalam pengelolaan hasil produksi sektor perikanan, sehingga ada lima komoditas yang dapat digenjot produksinya yaitu udang dan tuna-cakalang, rajungan-kepiting, cumi-sotong-gurita dan rumput laut sebagai produk potensial lainnya.

"Harapannya di tahun 2021 ini pemerintah agar dapat ikut meningkatkan promosi ekspor produk perikanan Indonesia terutama pada lima komoditas ini dengan memperhatikan tiga fokus utama yang dijadikan dasar pengembangan produk perikanan ini," kata dia.

(eds/eds)