Donald Trump Dikabarkan Batal Blacklist Alibaba cs

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 14 Jan 2021 22:53 WIB
Donald Trump dalam pesan video terbaru yang direkam di Ruang Oval Gedung Putih (The White House via CNN)
Foto: The White House via CNN
Jakarta -

Jelang akhir masa jabatannya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan membatalkan rencana memasukkan beberapa perusahaan China ke dalam daftar hitam alias blacklist. Seperti diberitakan sebelumnya, raksasa teknologi China seperti Alibaba, Tencent, dan Baidu rencananya akan masuk dalam blacklist pemerintah AS.

Mengutip Reuters, Kamis (14/1/2021) perusahaan-perusahaan dinilai terkait dengan militer China sehingga mereka dilarang berinvestasi di AS. Namun, sumber Reuters mengatakan Donald Trump menangguhkan rencana tersebut.

Sebelumnya Pemerintah AS berencana pekan ini untuk menambahkan sebanyak sembilan perusahaan China lainnya ke dalam daftar hitam. Bahkan Menteri Keuangan Steven Mnuchin, yang secara luas dipandang mengambil sikap yang lebih lembut terhadap China, telah menolak membatalkan rencana tersebut.

Bulan lalu, Gedung Putih menambahkan pembuat chip top China, SMIC, dan raksasa minyak CNOOC ke daftar hitam. Donald Trump juga mengumumkan perintah eksekutif pada Januari yang melarang transaksi AS dengan delapan aplikasi China termasuk Alipay dari Grup Ant.

Hubungan antara Washington dan Beijing memburuk tahun lalu karena penanganan China terhadap virus Corona yang mematikan dan tindakan kerasnya terhadap kebebasan di Hong Kong. Sementara itu, Tencent's American Depositary Receipts melonjak 2,9% pada hari Rabu, sementara saham Alibaba yang terdaftar di AS melonjak 4,3%. Di Hong Kong pada Kamis pagi, saham Alibaba naik 4,5% dan saham Tencent naik 4,4%.

(hns/hns)