Tertinggi di 2020, Ekspor RI Desember Tembus US$ 16,5 Miliar

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 15 Jan 2021 09:23 WIB
Neraca perdagangan pada Oktober 2017 tercatat surplus US$ 900 juta, dengan raihan ekspor US$ 15,09 miliar dan impor US$ 14,19 miliar.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Desember 2020 sebesar US$ 16,54 miliar. Angka ini tercatat naik 8,39% secara month to month (MtM) dan secara year on year (YoY) naik 14,6%.

"Dengan berbagai perkembangan harga, ekspor pada Desember 2020 sebesar US$ 16,54 miliar," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Suhariyanto mengatakan kenaikan ini ditopang oleh perkembangan positif harga komoditas. Mulai dari harga minyak dunia, sawit, hingga mineral dan batu bara. Harga ICP di dunia misalnya, pada November 2020 US$ 40,67 per barel naik jadi US$ 47 per barel pada Desember 2020.

"Desember ini banyak komoditas yang meningkat harga, antara lain batu bara, minyak kernel, minyak kelapa sawit, tembaga, nikel, alumunium, timah. Minyak kelapa sawit MtM meningkat 6,62%, kalau dibandingkan YoY harganya naik tinggi sebesar 28,13%. Batubara pada Desember ini MtM 28,39%, YoY 25,5% naik. Peningkatan dari 2 komoditas ini akan berpengaruh besar," kata Suhariyanto.

Ekspor bulan Desember 2020 juga meningkat ditopang oleh naiknya ekspor migas sebesar 33,66% karena kenaikan ekspor minyak mentah, hasil minyak, dan nilai gas. Sementara non migas meningkat 7,06%.

"Secara YoY ekspor Desember 2020 meningkat 14,63%, dan peningkatan ekspor ini didorong ekspor non migas yang naik 16,73%, sementara ekspor migas mengalami penurunan 10,10%" katanya.

Suhariyanto mengatakan pergerakan ekspor pada Desember 2020 termasuk menggembirakan karena nilainya yang tertinggi selama 2020.

"Perkembangan ini sangat menggembirakan, biasanya Desember itu ekspor dan impor menurun, karena banyak hari libur, tapi pattern ini terbalik dan ini menggembirakan. Ke depan kita berharap seiring peningkatan berbagai komoditas dan peningkatan harga dibarengi penanganan kesehatan kita berharap ekspor ke depan lebih menggembirakan," ujarnya.

(eds/eds)