Operasi Pasar Bulog Gagal Turunkan Harga Beras
Senin, 06 Feb 2006 21:52 WIB
Jakarta - Pemerintah mengakui operasi pasar beras yang dilakukan Bulog belum mampu mengendalikan harga. Hal ini terjadi karena rakyat lebih memilih beras raskin daripada beras operasi pasar."Menurut Bulog penyebabnya karena ada raskin sehingga masyarakat miskin menunggu raskin daripada beli beras operasi pasar Rp 3.700 per kg sedangkan harga beras raskin Rp 1.000," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai rakortas di Departemen Keuangan, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, senin (6/2/2006).Rakortas ini dihadiri Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian, Kabulog dan dipimpin Menko Perekonomian.Namun meskipun demikian, Mari menilai operasi pasar berhasil mencegah kenaikan harga meskipun belum berhasil turunkan harga. Beras impor akan digunakan untuk operasi pasar untuk diluar Pulau Jawa yang harga berasnya melonjak 25 persen.Sementara ituditemui ditempat yang sama Menteri Pertanian Anton Apriantono mengaku heran mengapa saat terjadi panen raya tapi harga beras masih tinggi.Untuk itu dirinya meminta adanya pemeriksaan apakah ada penimbunan misalnya ada kartel beras.Anton memprediksi sampai bulan April kemampuan produksi beras mencapai 15 juta ton. Luas areal terendam banjir dan diserang hama 199.795 hektar dengan pad yang puso 25.340 hektar dari total areal persawahan 4.6 juta hektar atau kehilangan produksi akibat terendam dan hama 0.26 persen."Fenomena yang terjadi sekarang harga beras tinggi tapi harga gabah mulai turun jadi bagaimana mengefektifkan pembelian beras oleh Bulog dan Lembaga Usaha Ekonomi pedesaan," ujar Anton.
(ddn/)











































