Tarif Tol Naik, Waket MPR: Konsekuensi Berat bagi UMKM

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Minggu, 17 Jan 2021 18:02 WIB
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan menyoroti kenaikan tarif yang terjadi di delapan ruas tol. Ia menilai kebijakan tersebut akan memberatkan masyarakat, termasuk para pengusaha karena biaya distribusi meningkat.

Syarief berpendapat kenaikan tarif tol merupakan kebijakan yang kontradiktif dengan kondisi perekonomian di masa pandemi. Sebab tarif tol ini akan menyulitkan pengusaha-pengusaha kecil menengah yang sedang mencoba bertahan di tengah Pandemi COVID-19.

"Kenaikan tarif tol ini memiliki konsekuensi sangat berat bagi sektor UMKM yang kebanyakan menggunakan truk-truk kecil," kata Syarief dalam keterangannya, Minggu (17/1/2021).

Ia mengutarakan kenaikan tarif tol mestinya mempertimbangkan kondisi pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut Syarief, kenaikan tarif tol di saat kondisi ekonomi melemah bukanlah kebijakan yang tepat.

"Kami menganggap kenaikan ini kontraproduktif dengan kondisi sulit akibat Pandemi COVID-19 hari ini. Kenaikan tarif tol harusnya baru dipertimbangkan saat pertumbuhan ekonomi kembali stabil dan daya beli masyarakat kembali membaik, " urai Syarief.


Ia menambahkan pemerintah semestinya memperhatikan kondisi UMKM yang tengah mencoba bangkit. Kenaikan tarif tol dinilai akan membebani kegiatan bisnis UMKM.

"Dalam kondisi ekonomi yang serba sulit ini, pemerintah seharusnya fokus menggencarkan program insentif pada UMKM, bukan mempersulit mereka yang masih menggunakan truk-truk kecil," imbuh Syarief.

Syarief mengingatkan kenaikan tarif tol ruas JORR meningkatkan biaya logistik yang berdampak pada naiknya harga barang.

"Bukan tidak mungkin, kenaikan tarif ini justru akan mendorong kenaikan harga barang dan ujung-ujungnya menjadi beban baru bagi pengusaha UMKM dan masyarakat. Sehingga, kami menghimbau pemerintah untuk membuat kebijakan yang lebih efektif dan pro rakyat dalam rangka pemulihan ekonomi nasional," cetus Syarief.


Seperti diketahui, ruas tol yang mengalami penyesuaian tarif meliputi Jakarta Outer Ring Road/JORR (E1, E2, E3, W2U dan Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami), Cikampek-Padalarang, Padalarang-Cileunyi, Semarang Seksi A,B,C, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, dan Surabaya-Gempol. Kenaikan tarif tol per Minggu (17/1/2021) ini dilandasi oleh Keputusan Menteri (Kepmen) PUPR terkait penyesuaian tarif untuk masing-masing ruas tol tersebut.



Simak Video "Kapolri Akan Berganti, Siapa Calon Terkuat?"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)