Kok Bisa Beras Vietnam Rembes ke Pasar dan Dijual Murah?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 19 Jan 2021 06:30 WIB
Beras impor dari Vietnam dan Thailand masuk ke gudang Bulog di Kelapa Gading. Total beras yang masuk sebanyak 281.000 ton.
Ilustrasi Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta -

Komisi IV DPR RI membeberkan adanya beras impor yang rembes ke pasar. Parahnya, beras impor itu dijual dengan harga lebih murah ketimbang beras lokal yakni Rp 9.000 per kilogram (Kg).

"Saya barusan ditelepon, di pasar hari ini ada beras impor dari Vietnam dibanderol Rp 9.000/kg, yang impornya Sarinah. Apakah Kementan mengetahui? Apa Balai Karantina mengetahui?" kata Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi dari fraksi Golkar, Senin, (18/1/2021).

Dedi menyampaikan hal tersebut di hadapan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV.

Dedi mengatakan, beras impor tersebut akan mengancam petani Tanah Air. Pasalnya, dengan harga Rp 9.000/Kg, maka harga beras di petani juga dikhawatirkan jatuh.

"Kalau dibanderol Rp 9.000/kg dan masif, Wassalam petani, makin jatuh lagi harganya. Ini saya barusan saja. Mohon juga hari ini dijelaskan. Jadi jangan sampai nanti begini, sudah harga beras jatuh, harga pupuk naik, susah lagi. Mau dibunuh petani?" tegas Dedi.

Perlu diketahui, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 57 tahun 2017, HET beras medium untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan (Sumsel), Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi adalah Rp 9.450/kg. Sedangkan, untuk wilayah Sumatera selain Sumsel, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan, HET beras medium Rp 9.950/kg. Kemudian, untuk wilayah Maluku dan Papua, HET beras medium Rp 10.250/kg.

Lantas, apa kata Kementan?

Selanjutnya
Halaman
1 2