Fakta Utang Pemerintah yang Tembus Rp 6.000 Triliun

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 19 Jan 2021 09:02 WIB
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Utang pemerintah bertambah lagi. Kini angkanya sudah tembus Rp 6.074,56 triliun hingga Desember 2020, naik Rp 136,92 triliun dari posisi Rp 5.910,64 triliun di November.

Berikut fakta-fakta utang pemerintah dikutip data APBN KiTa Edisi 2020, Selasa (19/1/2021):

1. Sumber Utang

Utang pemerintah berasal dari 2 dari, yakni surat berharga negara Rp 5.221,65 triliun dan pinjaman Rp 852,91 triliun.

Jika dirincikan kembali, surat berharga negara dari domestik terdiri dari surat utang negara Rp 3.303,78 dan surat berharga syariah negara Rp 721,84 triliun.

Lalu, ada valas di surat utang negara Rp 946,37 triliun dan surat berharga syariah negara Rp 249,66 triliun.

Sementara porsi pinjaman, rinciannya bilateral Rp 333,76, multilateral Rp 464,21 triliun, dan commercial banks Rp 42,97 triliun.

2. Bertambah Rp 1.257 T

Kementerian Keuangan turut mencatat utang pemerintah bertambah Rp 1.257 triliun selama 2020. Dibandingkan posisi akhir Januari yang sebesar Rp 4.817,5 triliun, utang pemerintah naik Rp 1.257 triliun.

Total utang pemerintah yang mencapai Rp 6.074,56 triliun ini jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya terjadi peningkatan Rp 136,92 triliun dari posisi Rp 5.910,64 triliun. Dengan begitu, rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 38,68%.

(toy/zlf)