Donor Plasma Konvalesen, Airlangga: untuk Membantu Sesama

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 19 Jan 2021 10:04 WIB
Menko Perekonomian/Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto melakukan donor plasma dalam acara Pencanangan Gerakan Nasional Pendonor Plasma Konvalesen Senin (18/1/2021) kemarin.

Pada acara tersebut, Airlangga bersyukur karena bisa menjadi pendonor plasma. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk membantu sesama yang membutuhkan.

"Terima kasih diberikan kesempatan jadi pendonor plasma, donor sudah dipersiapkan beberapa hari lalu di-screen oleh dokter. Alhamdulillah kalau lulus berarti sehat. Dan ini bagian syukur nikmat. Pak JK (Jusuf Kalla) mengatakan bahwa ini bagian syukur nikmat dan ini saya lakukan untuk membantu sesama yang membutuhkan," ujar Airlangga, Selasa (19/1/2021).

Plasma konvalesen sendiri diambil dari orang yang pernah menderita COVID-19 dan digunakan untuk terapi penyembuhan pasien COVID-19. Airlangga melakukan donor plasma dengan tujuan mengajak para penyintas mendonorkan plasmanya guna membantu para pasien COVID-19.

"Kita punya yang sembuh sekitar 728 ribu (penyitas COVID-19), dan tentunya ini sangat membutuhkan donor plasma konvalesen. Diharapkan dengan gerakan ini banyak masyarakat lagi yang akan mendonorkan plasma," terang Airlangga.

Terapi plasma konvalesen, menjadi salah satu upaya treatment pemerintah untuk memfasilitasi dan menangani pasien COVID-19 dalam kondisi darurat. Di mana, terapi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan angka kesembuhan pasien COVID-19 dan menekan laju menyebaran virus COVID-19 di Indonesia.

"Perawatan dengan plasma ini kalau dia sedang dan ringan ini sembuh 100%. Tentunya, ini bagian dari 3T (Testing, Tracing dan Treatment). Dan oleh karena itu, treatment menjadi penting, apalagi kematian mengalami kenaikan di berbagai provinsi," tambah Airlangga.

(acd/ara)