Alasan Pedagang Daging Sapi Mogok: Modal Rp 130 Ribu, Jual Rp 120 Ribu

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 20 Jan 2021 11:40 WIB
Pedagang daging sapi hari ini mulai melakukan mogok jualan. Aksi tersebut dilakukan lantaran harga komoditas tersebut naik drastis di sisi hulu sehingga pedagang kesulitan menjualnya. Pantauan detikcom, Rabu (20/1/2021) di beberapa pasar, lapak pedagang daging sapi  memang benar-benar kosong melompong. Misalnya saja Pasar Cibubur, Jakarta Timur, tak ada potongan daging segar yang digantung ataupun diletakkan di lapak beralaskan ubin.
Foto: Trio Hamdani
Jakarta -

Pedagang daging sapi mengaku rugi akibat mogok jualan yang berlangsung selama 3 hari ke depan mulai hari ini. Mereka melakukan aksi mogok tersebut karena terpaksa.

Para pedagang menginginkan pemerintah menstabilkan harga daging sapi di sisi hulu. Sebab, dengan harga yang saat ini tinggi, pedagang kesulitan menjualnya ke konsumen.

"Sudah pasti ya kalau nggak jualan sih pasti kita ngerasa rugi kan, karena (ada) kebutuhan kan, kebutuhan keluarga. Tapi ya memang ini yang harus diikuti pedagang-pedagang," kata pedagang bernama Misbah ditemui detikcom di Pasar Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (20/1/2021).

Harapan dari aksi mogok jualan yang dilakukan pedagang, dijelaskannya supaya harga daging sapi turun.

"Kalau misalnya demo ini ada hasilnya, baru, harapannya kami harga ini turun," sebutnya.

Pedagang bernama Suharja mengatakan harga daging sapi di tempat pemotongan yang tinggi memang sebagai alasan melakukan aksi mogok.

"Harganya tinggi di pemotongannya, nggak sesuai sama penjualan," kata dia saat berbincang di Pasar Ciracas, Jakarta Timur.

Dia mengatakan harga daging sapi di pemotongan sudah tembus Rp 130 ribu per kg. Sementara pedagang biasanya menjual ke konsumen Rp 120 ribu per kg.

"Dari sananya Rp 130 ribu, kalau kita biasanya di sini kan jual Rp 120 ribu," sebutnya.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri memaparkan kenaikan harga ini amat memberatkan pedagang daging sapi, apalagi di tengah melemahnya daya beli masyarakat imbas pandemi COVID-19.

"Apalagi lagi pandemi, daya beli turun ya kan, memang berat sih buat pedagang, cukup berat, saya memahami itu," kata dia saat dihubungi kemarin.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri memaparkan kenaikan harga ini amat memberatkan pedagang daging sapi, apalagi di tengah melemahnya daya beli masyarakat imbas pandemi COVID-19.

"Apalagi lagi pandemi, daya beli turun ya kan, memang berat sih buat pedagang, cukup berat, saya memahami itu," kata dia saat dihubungi kemarin.

(toy/zlf)