Erick Thohir: Nggak Ada Chip di Vaksin Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 20 Jan 2021 19:30 WIB
Proses vaksinasi COVID-19 digelar di Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta. Para tenaga kesehatan mendapat suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Proses vaksinasi COVID-19 sudah mulai dijalankan di Indonesia. Namun banyak kabar bohong yang beredar di publik salah satunya adalah chip yang disematkan dalam vaksin COVID-19.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membantah kabar tersebut. Hal ini karena vaksin hanyalah vaksin tak ada chip yang terdapat di dalamnya.

Begini fakta-faktanya:

Bantah Ada Chip

"Ada isinya dan nggak ada chip. Nggak ada kan ya? Ada chipnya nggak? Nggak ada kan?" kata Erick Thohir. Dia menuturkan, adanya vaksinasi membuat orang dan keluarganya terjaga. Menurutnya, itu yang paling penting.

"Insyaallah ada vaksin kan paling tidak bapak terjaga dan yang penting orang bapak cintai, keluarga juga terjaga kan? Itu yang paling penting," sambungnya.

Chip Dalam Vaksin Hoaks

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan jika rumor adanya chip dalam vaksin adalah berita bohong alias hoaks. Dia mengatakan, yang ada adalah barcode di kemasan vaksin. Ia menjelaskan, vaksin diberi barcode agar terdata dan tidak dipalsukan.

"Pasti yang menyebarkan ini hoaks ya, memelintir lah informasi, yang dimaksud Pak Erick Thohir itu adalah bahwa yang namanya barcode itu, vaksin itu, itu terdata supaya jangan ada barcode yang palsu. Vaksin yang satu ini punyanya si A gitu, jadi ketahuan langsung dia datanya. Jadi semuanya ada barcode-nya, jadi vaksin yang ini dipakai untuk yang ini," kata Arya.

Erick Thohir Tunggu Giliran


Dalam kesempatan itu, Erick Thohir mendapat pertanyaan kapan ia divaksinasi. Erick mengaku sedang menunggu giliran.

Ia melanjutkan, setelah divaksinasi protokol kesehatan tetap harus dilakukan.

"Saya masih tunggu giliran, nanti kan ada gilirannya, Insyaallah bisa hari ini, bisa besok tapi alhamdulillah yang sudah dapat tetap protokol kesehatan yang utama, vaksin hanya salah satu tapi protokol kesehatan, jaga jarak, memakai masker cuci tangan," paparnya.

(kil/dna)