Pertamina Catat Nilai Transaksi Belanja Pada UMKM Capai Rp 4,4 T di 2020

Angga Laraspati - detikFinance
Rabu, 20 Jan 2021 22:07 WIB
Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) mencatatkan nilai transaksi belanja Pertamina Group pada UMKM mencapai sekitar Rp 4,4 triliun selama 2020. Nilai tersebut diperoleh melalui pengadaan secara elektronik (E-Proc) sebesar Rp 4,4 triliun dan Pasar Digital (PaDi) UMKM sebesar Rp 1,16 miliar.

Adapun transaksi yang dilakukan meliputi pengadaan & sewa peralatan-mesin, jasa konstruksi & renovasi, material konstruksi, pengadaan & sewa perlengkapan-furniture, jasa ekspedisi & pengepakan, jasa perawatan peralatan & mesin, jasa advertising, catering hingga jasa travel dan akomodasi.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan keberpihakan Pertamina kepada UMKM adalah sebagai bentuk investasi sosial untuk memberikan nilai tambah kepada UMKM. Dengan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan serta memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan usaha bagi Pertamina.

Pertamina juga memberikan akses luas bagi UMKM untuk menjadi mitra Pertamina dalam penyediaan layanan pendukung baik berupa usaha pengadaan barang maupun jasa.

"Program Kemitraan merupakan salah satu cara perusahaan untuk berdayakan UMKM, dan hal tersebut sejalan dengan misi Pemerintah dalam program Sustainability Development Goals (SDG) dengan menciptakan lapangan dan kesempatan kerja yang akan berdampak signifikan bagi upaya mengentaskan kemiskinan,"ujar Nicke dalam keterangan tertulis, Rabu (20/1/2021).

Selama pandemi COVID-19, Pertamina juga tetap aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan lemah, koperasi, dan masyarakat melalui program kemitraan.

"Tahun 2020, Pertamina juga tetap secara konsisten mendampingi UMKM untuk mengembangkan usaha melalui program PaDi UMKM bersinergi bersama 8 BUMN lainnya," imbuh Nicke.

Nicke menambahkan, melalui PaDi UMKM masyarakat akan mudah mendapatkan informasi terkait Seller UMKM. Platform ini juga mengaktifkan E-Commerce sebagai penyedia layanan dengan strategi digital sekaligus menjalankan B2B Store melalui website atau toko online, di samping implementasi program E-Procurement yang tak kalah pentingnya.

"Dengan digitalisasi procurement, Pertamina lebih mudah melakukan monitoring terhadap belanja Pertamina Grup kepada UMKM sekaligus memantau penyaluran fasilitas pembiayaan atau permodalan UMKM," ungkap Nicke.

Program digitalisasi dalam proses pengadaan barang dan jasa secara terintegrasi di lingkungan Pertamina Grup juga dinilai memberikan dampak positif bagi perusahaan pada saat ini maupun di masa depan.

"Sentralisasi pengadaan untuk Pertamina dan seluruh anak perusahaannya telah menciptakan efisiensi pada pengadaan barang dan jasa di Pertamina Grup," tandas Nicke.

(ega/hns)