Dinilai 'Seksi', UEA Jadi Incaran RI Tingkatkan Hubungan Dagang

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 21 Jan 2021 09:32 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Kementerian Perdagangan mengincar Uni Emirat Arab (UEA) untuk meningkatkan perdagangan antar negara. Sebab UEA merupakan salah satu penghubung (hub) perdagangan di Kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pada tahun 2020, sampai dengan bulan November perdagangan Indonesia-UEA mencapai US$ 2,7 miliar.

"Kita optimis perdagangan Indonesia dengan Uni Emirat Arab akan terus meningkat. Ini seiring dengan kebijakan peningkatan ekspor Indonesa," kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Rabu (20/1/2021).

Dilihat dari jumlah penduduk, Uni Emirat Arab memang terhitung kecil, yaitu kurang dari 10 juta. Tetapi yang membuat negara itu seksi adalah tingkat kesejahteraannya terhitung tinggi.

GDP UEA adalah US$ 414,2 miliar pada tahun 2018. Ini berarti pendapatan per kapita UEA adalah sebesar US$ 41.400. Angka itu menunjukkan besarnya peluang pasar di UEA bagi produk Indonesia.

Selain itu, UEA juga merupakan hub transportasi, perdagangan dan jasa yang penting di Kawasan Timur Tengah. Hal itu tentu menambah potensi yang sudah ada.

Indonesia disebut juga memiliki punya potensi yang sangat besar baik sebagai pemasok bahan baku maupun pasar. Dengan jumlah penduduk yang lebih dari 270 juta, Indonesia selalu menjadi pasar yang menarik bagi pelaku ekonomi untuk memasarkan produknya. Maka dengan hubungan kerja sama perdagangan yang baik, peningkatan volume perdagangan di tahun mendatang sangat mungkin dicapai.

Indonesia dan UEA sendiri punya kerja sama perdagangan dengan Dubai lewat mekanisme Gulf Cooperation Council (GCC). Melalui GCC diharapkan banyak peluang di kedua negara bisa lebih terbuka sehingga arus barang dan jasa bisa terus meningkat.

Selain itu, Indonesia secara rutin mengikuti Dubai Expo sebagai Langkah untuk meningkatkan ekspor. Dubai Expo adalah pameran dagang berskala internasional, bahkan terbesar di dunia, dengan pengunjung hingga jutaan orang. Tahun ini, Dubai Expo direncanakan berlangsung dari tanggal 1 Oktober 2021 hingga 31 maret 2022. Indonesia pada Dubai Expo 2021 akan menempati area seluas 3000 meter persegi dengan jumlah pengunjung yang ditargetkan mencapai 2,5 juta orang.

Jerry melihat Dubai Expo kali ini dengan optimis. Menurutnya, pemulihan ekonomi dunia akan mulai terlihat tahun ini sehingga pasar akan lebih bergairah. Dimulainya vaksinasi akan makin memberikan kepastian dalam dunia perdagangan.

"Kita yakin Dubai Expo kali ini akan menjadi momentum dan penanda bagi bangkitnya ekonomi dunia. Apalagi vaksinasi sudah mulai dilakukan sehingga pada semester kedua tahun ini diharapkan arus lalu lintas manusia dan produk bisa perlahan pulih seperti sebelum pandemi. Karena itu Indonesia antusias menyambut Dubai Expo tahun ini," tuturnya.

(das/zlf)