Operasional Blok Cepu Tertunda, RI Rugi Rp 85 Miliar/Hari

Operasional Blok Cepu Tertunda, RI Rugi Rp 85 Miliar/Hari

- detikFinance
Selasa, 07 Feb 2006 17:40 WIB
Surabaya - Desakan bagi pemerintah untuk segera mengakhiri konflik penentuan operator Blok Cepu semakin kencang. Indonesia dikhawatirkan kehilangan peluang meraih pendapatan sekitar Rp 85 miliar setiap hari akibat terus tertundanya produksi minyak dari Blok Cepu."Kita kehilangan peluang sejak berlarut-larutnya proyek ini karena saat ini harga minyak dunia meningkat pesat," ujar pengamat perminyakan TN Mahmud, Selasa (7/2/2006). Menurutnya, Blok Cepu dapat menghasilkan 170.000 barel minyak per hari atau setara dengan US$ 10,2 juta per hari dengan asumsi harga minyak US$ 60 perbarel. "Dari hitungan itu, potential loss kita sebesar Rp 85 miliar per hari. Ini didapatkan dari perhitungan pendapatan bersih Indonesia dari produksi itu mencapai US$ 9,2 juta per hari atau Rp 85 miliar," jelasnya. Menurut Mahmud, yang paling dirugikan dari ketidakpastian pengelolaan blok migas Cepu adalah Indonesia karena hampir 93 persen dari manfaat proyek itu jatuh ke Indonesia.Blok Cepu akan menjadi salah satu proyek terbesar yang akan membantu Indonesia dalam mendongkrak perkembangan ekonominya. Dengan lebih dari 85 persen pemasukan yang didapat dari proyek tersebut serta dari pajak pendapatan, Blok Cepu akan sangat berperan dalam meningkatkan investasi dan pendapatan negara.Blok Cepu dapat menghasilkan 170,000 barel minyak per hari atau setara dengan US$ 10,2 juta per hari bila harga minyak US$ 60 per barel. Pendapatan bersih Indonesia dari produksi itu dapat mencapai US$ 9,2 juta per hari atau sekitar Rp 85 miliar rupiah.Untuk merealisasikan proyek itu, dibutuhkan investasi sekitar Rp 20 triliun yaitu untuk membangun berbagai fasilitas produksi dan infrastruktur pendukung. Semua aktivitas investasi itu akan berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi daerah di Bojonegoro, Blora dan daerah-daerah sekitarnya serta provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur secara keseluruhan.Selain kehilangan kesempatan dalam bentuk pendapatan negara, Indonesia juga kehilangan kesempatan penyerapan tenaga kerja sekitar 3,000 orang yang secara langsung bekerja di Blok Cepu."Secara tidak langsung, kesempatan penciptaan lapangan kerja dari pengoperasian blok Cepu juga sangat besar. Begitu juga ekonomi daerah seperti Bojonegoro, Blora, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang akan sangat terbantu dengan beroperasinya Blok Cepu," ujarnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads