Please, Kurangi Wira-wiri Biar Nggak Kena COVID-19

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 23 Jan 2021 13:10 WIB
Poster
Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menilai mobilitas masyarakat di masa pandemi COVID-19 harus dihentikan. Kebijakan ini diperlukan guna menekan angka penyebaran kasus Corona yg belakangan ini terus meningkat.

Hal itu diungkapkan Sesditjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Azhar Jaya dalam acara ruang tengah yang diselenggarakan secara virtual, Sabtu (23/1/2021).

Dia mengatakan, penambahan kasus positif COVID-19 tidak bisa diatasi hanya dengan menambah kapasitas kamar tidur di rumah sakit. Menurut dia, harus ada peran dari masyarakat dengan menghentikan mobilitas.

"Jadi masyarakat harus membantu, mobilitas masyarakat harus dihentikan kalau menurut saya," kata Azhar.

Dia mengibaratkan sebuah rumah yang bocor, jika kebocoran tersebut hanya diselesaikan dengan terus menambah jumlah wadah penampung maka hal tersebut tidak bisa diselesaikan. Untuk menyelesaikan hal itu maka mau tidak mau menambal sumber kebocoran.

"Jangan berpikir nambah jumlah kamar tidur, kalau rumahnya bocor bukan tambah kamar dan lainnya. Rumah Sakit itu tidak hanya melayaniCOVID-19, masih ada yang lain, sementara penyakit yang lain tidak berhenti," jelas Azhar.

Menurut Azhar, mobilitas masyarakat yang dihentikan juga mampu mensukseskan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) atau 'PSBB ketat' Jawa Bali yang dilaksanakan mulai tanggal 11 Januari sampai 25 Januari 2021.

"Kalau yang jebolnya tidak ditambal ya mau gimana, semua rumah sakit di bangun pun tidak akan habis-habis. Tapi social distancing tidak jalan, ya mau gimana, padahal kita sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya," tuturnya.

(hek/hns)