Garuda Selesaikan Restrukturisasi Utang Bulan Juni

Garuda Selesaikan Restrukturisasi Utang Bulan Juni

- detikFinance
Rabu, 08 Feb 2006 00:51 WIB
Jakarta - PT Garuda Indonesia menyatakan permasalahan restrukturisasi utang ditargetkan akan selesai pada bulan Juni 2006 setelah bussines plan diselesaikan.Hal ini disampaikan Direktur Keuangan Garuda Alex Maneklaran sebelum rapat dengar pendapat antara direksi Garuda dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (7/2/2006)"Kami nyatakan kita baru bisa selesaikan bulan Juni karena pada bulan April bussines plan Garuda baru selesai," ujar Alex.Pihak Garuda hari ini telah bertemu dengan salah satu kreditur yakni European Credit Agency (ECA) untuk membahas masalah restrukturisasi. ECA meminta garansi atau jaminan dari pihak Garuda mengenai pelunasan utang mereka. Namun pihak Garuda tidak bisa memberikan jaminan dan menyarankan kepada ECA untuk bertemu pemerintah sebagai pemegang saham."Kita sampaikan update kinerja Garuda tahun 2005. Tapi mereka minta garansi dari pemerintah sebagai pemegang saham untuk itu ECA akan menemui Menneg BUMN besok," jelas Alex.Dalam pertemuan tersebut ECA yang terdiri dari para kreditor Inggris, Jerman dan Perancis menawarkan restrukturisasi utang mereka dengan cara pemerintah memberikan titipan dana talangan kepada Garuda sebesar US$ 56 juta, atau pemerintah mengambil alih sebagian utang Garuda.Namun menurut Alex saat ini pemerintah sulit memberikan garansi utang, karena ada UU yang tidak membolehkannya. ECA meminta jaminan ini karena mereka tidak mau utang-utang garuda kepada ECA hilang tidak terbayar. Selain ECA, kreditur Garuda lainnya Floating Rate Notes (FRN) yang berasal dari Singapura meminta hal yang sama. Pada pertemuan yang dilakukan tanggal 26 Januari 2006 lalu pihak FRN meminta laporan update kinerja Garuda pada tahun 2005 dan meminta pihak garuda memberikan proposal skema pembayaran utang.Saat ini, outstanding, utang Garuda terhadap FRN sebesar US$ 130 Juta dan utang terhadap ECA sebesar US$ 501 juta. Untuk menyelesaikan masalah ini pemerintah meminta pihak Garuda melakukan penjajakan strategic partnership dengan pihak lain. Selain untuk menyuntikkan uang sebagai tambahan modal, mereka juga diharapkan akan membantu proses bisnis Garuda. "Rencananya Garuda akan melakukan roadshow ke negara di Eropa dan Amerika untuk mencari strategic partnership, sudah ada perusahaan yang akan dibidik dalam roadshow," tambah Alex. (bal/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads