Merugi Terus, Pemerintah akan Likuidasi Dua BUMNIS

Merugi Terus, Pemerintah akan Likuidasi Dua BUMNIS

- detikFinance
Rabu, 08 Feb 2006 03:24 WIB
Jakarta - Pemerintah akan melikuidasi dua Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS) apabila dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar nanti tidak tidak berhasil melakukan restrukturisasi. Kedua BUMNIS yang terus merugi ini adalah PT INKA dan PT Boma Bisma Indra.Rencana likuidasi ini disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi Kementerian BUMN Roes Ariwijaya dalam rapat kerja antara Menteri Perindustrian Fahmi Idris, para Dirut BUMNIS, dan para Ketua Himpunan Kawasan Industri Indonesia, dengan Komisi XI di Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (7/2/2006)."Dari 10 BUMNIS yang ada baru sembilan yang melaporkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2006, kecuali PTDI karena sedang restrukturisasi," ujar Roes.Pemerintah telah menetapkan target pendapatan laba di tahun 2006 dari tujuh BUMNIS yakni PT Krakatau Steel, PT Pindad, PT INTI, PT LEN, PT Dahana, PT PAL, dan PT Barata Indonesia sebesar Rp 454 miliar. "Target laba ini memang turun dibanding pendapatan di tahun 2005 sebesar Rp 528,2 miliar karena ada kenaikan BBM dan bahan baku, " jelas Roes.Sedangkan tiga BUMNIS lainnya yakni PT INKA, PT Boma Bisma Indra, dan PTDI pemerintah tidak menargetkan laba. Untuk itu dalam RUPSLB yang akan digelar pada bulan Juni nanti para pemegang saham di PT INKA dan PT Boma Bisma Indah diminta untuk melakukan dua pilihan yakni diakusisi atau melakukan kerjasama dengan BUMNIS lainnya. Jika dua pilihan ini tidak berjalan maka tidak ada pilihan lain kecuali melakukan likuidasi terhadap kedua perusahaan ini.Pada tahun 2001-2004, kontribusi BUMNIS terhadap pajak dan deviden mengalami fluktuasi, tetapi terjadi peningkatan. Total kontribusi BUMNIS untuk pajak dan deviden pada tahun 2001 sebesar Rp 1,04 T sedangkan tahun 2004 mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp 1,79 T.Untuk mencapai target laba yang telah ditetapkan Kementerian BUMN menginstruksikan kepada para BUMNIS untuk melakukan sinergi dengan BUMNIS lainnya. Caranya dengan menggunakan produksi dalam negeri, melakukan efisiensi di segala bidang, melakukan tata kelola, dan menerapkan e-auction dalam pengadaan dalam rangka penerapan good corporate governance (GTG).Pada kesempatan yang sama Menteri Perindustrian Fahmi Idris menyatakan saat ini BUMNIS yang ada akan direstrukturisasi. Jika memang tidak sehat dan kompetitif, secara otomatis BUMNIS tersebut akan dilikuidasi."Jadi kalau sudah keluar lalu akhirnya dilikuidasi itu sifatnya juga automatically. Tidak perlu dipertanyakan lagi," ujar Fahmi.Ketika ditanyakan apa langkah Departemen Perindustrian untuk menyelamatkan 2 BUMNIS ini, Fahmi balik bertanya apa manfaat dari penyelamatan tersebut. Langkah itu hanya akan membebani pemerintah."Kalau sudah begitu (tidak sehat dan merugi) manfaat diselamatkan itu apa," tanya Fahmi. (bal/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads