GeNose Tersedia di Stasiun 5 Februari, Berapa Harganya?

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 24 Jan 2021 11:31 WIB
Menko Luhut dan Menhub Budi Karya cek penggunaan GeNose di Stasiun Senen
Foto: Dok. Kementerian Perhubungan
Jakarta -

Alat deteksi COVID-19 melalui embusan napas, GeNose akan tersedia di stasiun kereta mulai 5 Februari. Setelah itu, menyusul akan digunakan di bandara tanah air.

Berapa harga yang dikenakan untuk penumpang?

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta harga GeNose per orangnya hanya dikenakan sekitar Rp 20 ribu. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan, harganya dinilai akan semakin murah.

"Alatnya hanya seharga Rp 62 juta dan harga per orangnya hanya dikenakan sekitar Rp 20 ribu. Jika pemakaian lebih banyak tentunya costnya akan semakin turun," kata Luhut dalam keterangan resminya yang dikutip Minggu (24/1/2021).

Secara terpisah, Vice President Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan saat ini masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah atau Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait penggunaan GeNose di stasiunnya.

"Kami masih menunggu info lebih lanjut dari pemerintah atau Kemenhub terkait penggunaan GeNose. KAI mendukung penuh semua langkah dan kebijakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di masyarakat.," ucapnya.

Terkait harga, dia mengaku akan mendukung dan mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah sekalipun harga GeNose diminta sekitar Rp 20 ribu.

"Prinsip KAI mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah," tuturnya.

Sebagai informasi, GeNose salah satu alat deteksi COVID-19 yang telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kelebihan dari alat ini di antaranya bisa mendeteksi lebih cepat dan harga yang relatif lebih murah dengan akurasi di atas 90%. Alat tes COVID-19 dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan akan dirilis sebanyak 3.000 unit pada bulan Februari.

(zlf/zlf)